Jelang Pekan Imunisasi Dunia 2026, Momentum Tingkatkan Kesehatan untuk Semua Usia
Hendra April 22, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, imunisasi tidak hanya diberikan kepada bayi, namun juga dapat diberikan mulai dari remaja, dewasa hingga lansia.

Terlebih, pada 24 April hingga 30 April 2026 akan diperingati sebagai Pekan Imunisasi Dunia.

Untuk itu, melalui podcast Ruang Berdaya, Bangka Pos menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, dr. Ria Agustine, Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neonatologi dr. led Imilda, M.Biomed., Sp.A(K), serta Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung Heryawandi.

Mengangkat tema "Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026, Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia", dr. Ria Agustine menekankan imunisasi merupakan investasi kesehatan.

"Imunisasi adalah upaya yang paling efektif untuk mencegah generasi bangsa, mulai dari bayi hingga lansia, agar terhindar dari penyakit-penyakit," ujar dr. Ria Agustine.

Melalui Pekan Imunisasi Dunia 2026, pihaknya mengatakan momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengingatkan pentingnya imunisasi bagi kesehatan.

"Mulai dari dalam kandungan, bayi, anak, remaja, dewasa sampai lansia. Ini momentum dan arahan dari Kementerian Kesehatan sudah diingatkan. Di pusat sendiri sekarang banyak kegiatan untuk meningkatkan kepedulian kita akan pentingnya imunisasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neonatologi dr. led Imilda, M.Biomed., Sp.A(K) menekankan imunisasi merupakan suatu usaha tubuh untuk memunculkan kekebalan.

"Jadi kekebalan itu fungsinya adalah untuk mencegah, seandainya suatu saat ada infeksi yang masuk. Kekebalan ini akan bekerja untuk mencegah agar infeksi yang masuk tidak menjadi penyakit," ucap dr. led Imilda, M.Biomed., Sp.A(K).

Untuk itu, pihaknya mengatakan pentingnya tindakan pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang rawan menginfeksi tubuh.

"Sebenarnya penyakit itu bisa kita cegah dengan pemberian imunisasi. Makanya, imunisasi itu ada macam-macamnya. Jadi memang ada imunisasi yang cukup satu kali pemberian dan bisa memberikan kekebalan untuk sepanjang hidup. Namun ada juga yang bersifat simultan, artinya perlu diberikan beberapa kali supaya kekebalan yang muncul menjadi maksimal," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Heryawandi mengungkapkan dukungan terbaik terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

"Imunisasi ini memang sebuah gerakan yang sejak lama dilakukan di negara ini. Sampai hari ini, dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan, pemahamannya juga semakin beragam," kata Heryawandi.

Untuk itu, Heryawandi menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat guna memberikan pemahaman serta menghindari adanya kesalahan persepsi.

"Saya menitikberatkan tentang pentingnya sosialisasi dan edukasi, karena di masyarakat masih banyak pemahaman yang keliru tentang imunisasi ini. Sosialisasi dan edukasi harus dilakukan secara masif. Ini mesti menjadi program bersama semua stakeholder, termasuk di semua OPD, tidak hanya Dinas Kesehatan," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.