Proliga 2026: Garuda Jaya Bangkit Dramatis, Paksa Samator ke Laga Penentuan
Yoseph Hary W April 22, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jakarta Garuda Jaya membuat kejutan besar dalam perebutan tempat ketiga Proliga 2026 sektor putra. 

Menghadapi Surabaya Samator di laga kedua, Garuda Jaya sukses menang dramatis 3-2 (25-23, 22-25, 19-25, 25-22, 15-13) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Rabu (22/4/2026).

Kunci permainan cepat

Kemenangan ini terasa spesial karena Garuda Jaya tampil jauh berbeda dibanding pertemuan pertama saat mereka kalah telak 0-3. Kali ini, permainan cepat menjadi senjata utama yang tak mampu diantisipasi Samator.

Dawuda Alaihimasalam tampil sebagai bintang dengan torehan 27 poin, sementara Putra Bagus Hidayat menambah 14 poin lewat skema bola cepat yang efektif.

Hasil ini membuat duel perebutan peringkat ketiga harus ditentukan hingga laga pamungkas pada Kamis (23/4/2026), setelah kedua tim saling mengalahkan di dua pertemuan awal.

Perbaikan aspek dasar

Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, menegaskan kunci kebangkitan timnya ada pada perbaikan aspek dasar permainan.

“Strategi rotasi berjalan dengan baik, service error juga berkurang, dan penerimaan bola pertama jauh lebih rapi dibanding kemarin. Itu yang membuat kami lebih leluasa menyerang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas receive yang membaik membuka variasi serangan, terutama bola cepat yang akhirnya jadi pembeda.

“Kalau penerimaan bola bagus, kami bebas mau main quick atau open. Dan tadi quick kami sangat efektif, terutama di set terakhir—jadi kami instruksikan untuk terus dimaksimalkan,” kata Nur.

Salah satu pemain Garuda Jaya, Fauzan Nibras, juga merasakan perubahan signifikan dalam performa tim.

“Hari ini permainan kami lebih smooth dan lebih terkontrol. Jauh lebih baik dari kemarin yang cenderung emosional. Sekarang kami bisa main sesuai rencana,” ucapnya.

Terlalu percaya diri

Di kubu lawan, manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurna, mengakui timnya terjebak dalam rasa percaya diri berlebih usai kemenangan di laga pertama.

“Saya sudah ingatkan untuk tidak overconfidence, tapi itu terjadi. Di awal kami kurang maksimal dan itu berpengaruh ke mental di set-set berikutnya,” katanya.

Ia juga menyoroti faktor cedera yang memperberat situasi tim, terutama di momen krusial.

“Di set penentuan tadi Yudi mengalami cedera, itu cukup memengaruhi. Kami harap dia bisa tampil di laga penentuan besok,” tambahnya.

Sementara itu, pemain Samator, Jordan Susanto, menilai tekanan jadi faktor utama kegagalan timnya mengunci kemenangan.

“Kami kelelahan dan ada tekanan dari diri sendiri. Di poin-poin kritis kami tidak bisa kontrol permainan, sementara Garuda justru main lepas dan sangat menikmati pertandingan,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.