SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Intan Indah Lestari (26), anggota Denpom II/4 Sriwijaya, menjadi relawan di Rumah Singgah Sriwijaya, Palembang.
Sebelumnya, ia baru saja menyelesaikan tugas luar negeri di Lebanon. Ia merupakan rekan dari tiga anggota TNI AD yang gugur di sana.
Perjalanan Intan menjadi relawan berawal dari pengalaman pribadi yang membekas.
Pada 2020, orangtuanya harus menjalani perawatan bedah vaskuler dan dirujuk dari Lahat ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Baca juga: Kisah Intan Anggota TNI Perempuan Asal Sumsel Tugas di Lebanon, Tiga Rekannya Gugur Saat Tugas
“Saat itu saya melihat langsung kondisi pasien dan keluarga yang datang dari jauh. Banyak yang kesulitan, baik tempat istirahat maupun makan,” kata Intan saat diwawancarai di Rumah Singgah Sriwijaya, Rabu, 22 April 2026.
Salah satu pengalaman yang paling menyentuh baginya adalah ketika bertemu seorang ibu dan anak asal Jambi yang juga menjalani pengobatan.
Sang ibu mengaku terpaksa tidur di kursi rumah sakit, sementara anaknya beristirahat di kursi roda.
Untuk makan, mereka hanya mengandalkan bekal sederhana yang dibawa dari Jambi.
“Dari situ saya merasa sangat miris. Mereka datang dengan harapan sembuh, tetapi harus menghadapi keterbatasan selama di sini,” katanya.
Tak hanya itu, Intan juga mendapati masih banyak masyarakat di daerah yang kesulitan mengakses layanan kesehatan rujukan, bahkan untuk sekadar mendaftar secara daring.
Berbekal keinginan membantu, Intan mulai mencari komunitas relawan melalui media sosial.
Hingga akhirnya ia menemukan sosok Rozi Sam yang aktif membantu pasien rujukan ke Palembang.
Dari situlah Intan memberanikan diri untuk bergabung dan belajar menjadi relawan.
“Saya hubungi beliau, memperkenalkan diri, dan menyampaikan niat untuk ikut membantu. Dari situ saya diajak ke rumah singgah dan mulai aktif hingga sekarang,” jelasnya.
Baca juga: Langgar Kesepakatan, Israel Serang Lebanon Usai AS-Iran Gencatan Sejata, Selat Hormuz Ditutup Lagi
Di Rumah Singgah Sriwijaya, para pasien dan pendamping mendapatkan fasilitas tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.
Saat ini, rumah singgah tersebut dapat menampung puluhan orang, termasuk pasien dan para pendamping.
Intan berharap kehadirannya sebagai relawan bisa membantu meringankan beban masyarakat, khususnya yang berasal dari daerah seperti Lahat.
Ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk lebih peduli terhadap sesama.
“Hidup itu cuma sekali. Jadi, berbuatlah baik dan bermanfaat bagi orang lain, karena kita tidak tahu kapan waktu kita dipanggil,” pesannya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama menjalani pengobatan di Palembang, khususnya di RSMH, dapat menghubungi Intan melalui media sosial TikTok dan Instagram @intaneffendi, serta Facebook @intanindahlestari.