TRIBUNNEWS.COM - "Saya sangat merindukan Milan. Saya rindu klub ini tempat saya menghabiskan tiga tahun yang fantastis," kata seorang mantan penyerang yang telah mendukung klub si Merah-Hitam Rossoneri sejak ia masih kecil.
Ungkapan itu terlontar dari mulut Oliver Giroud. Pemain asal Prancis yang pernah membela Milan dari musim 2021 hingga 2024 dengan mahkota gelar Scudetto pada musim pertamanya.
Giroud kini berseragam Lille di Prancis. Ia melakukan wawancara dengan salah satu media asal Italia, Milan News yang ditayangkan pekan ini.
Giroud yang sudah berusia 39 tahun dan hampir mencapai masa penghujung kariernya mengungkap dengan penuh kehangatan dan nostalgia bagaimana masa-masa indah yang pernah dia rasakan bersama Milan.
"Ketika saya mendengar kata Milan, saya teringat akan gairah untuk sepak bola," bebernya.
"San Siro, Scudetto, dan cinta dari para penggemar saat saya berada di lapangan," sambungnya.
Kenangan indah yang masih teringiang jelas dalam benaknya hingga saat ini ketika mencetak dua gol saat melawan Inter dan membawa Milan menang dengan skor 2-1.
Momen itu terjadi pada musim pertama Giroud di Milan yang menghasilkan 11 gol dan 4 assist sepanjang musim.
Pada momen itu jugalah nyanyian 'Si e girato Giroud' yang artinya Giroud telah berubah berkumandang dari para penggemar Milan dari tibun penonton.
"Di situlah nyanyian itu lahir," jawabnya dengan tawa dan penuh kebanggaan.
Tak hanya itu, dia juga mengenang gol penentu kemenangan di menit-menit akhir melawan Spezia di San Siro.
Gol yang membuat Giroud berselebrasi dengen melepaskan bajunya, dan mungkin gol tersebut adalah salah satu gol terindah yang pernah ia cetak dalam seragam Merah-Hitam.
"Beberapa hari lalu saya menonton semua gol saya di Milan dan saya sedikit emosional," bebernya.
"Tahun-tahun saya di Milan adalah bagian dari kisah saya dan kisah klub. Saya hanya ingin mengatakan bahwa Milan akan selalu ada di sini," akunya sambil meletakkan tangan di dadanya.
Dalam hati kecilnya, hanya ada dua klub yang paling dekat dengan Giroud.
Selain Milan yang menjadi tim idolanya sejak kecil, ada Arsenal dengan masa bakti yang paling lama.
"Saya sangat bersyukur telah bermain untuk tim-tim yang saya dukung sejak kecil," katanya.
"Milan adalah salah satunya. Saya sangat, sangat beruntung, bersyukur, dan bangga telah bermain untuk Milan," tambahnya.
Harapan pemain veteran terhadap mantan klubnya itu saat ini hanya satu, Milan dapat finis di empat besar klasemen Liga Italia dan bermain di Liga Champions musim depan.
"Saya berharap klub ini kembali ke Liga Champions tahun depan," harapnya.
Milan kini berada di jalur yang benar dari harapan Giroud dengan menempati urutan kedua setelah memenangkan pertandingan melawan Verona ditambah hasil negatif yang diraih Napoli saat menjamu Lazio.
Akhir pekan ini akan menjadi ujian berat bagi Milan dengan menantang Juventus di San Siro.
Di sisa 4 laga musim ini, tim asuhan Allegri tidak boleh lengah agar dapat finis di empat besar klasemen dan tampil di Liga Champions musim depan.
Hal itu karena persaingan yang cukup sengit.
Como dan Roma yang masing-masing menempati peringkat 5 dan 6 hanya selisih 8 poin.




















(Tribunnews.com/Sina)