Terungkap! Aksi Bullying Berkedok Main Air di Festival Songkran
GH News April 22, 2026 11:09 PM
Bangkok -

Festival Songkran atau festival air menjadi kegiatan tahunan yang paling ditunggu oleh warga maupun turis di Thailand. Sejak awal, keamanan di festival ini sangat diperhatikan karena kerap memakan korban.

Seorang pria yang tak disebutkan namanya jadi korban bullying di Festival Songkran. Pria asal Eropa dengan usia sekitar 50-an, menjadi bulan-bulanan sekelompok turis yang menyemprotkan air bertekanan tinggi ke wajahnya pada tanggal 17 April.

Melalui rekaman saksi mata, sekelompok pria tiba-tiba menyerang turis lansia yang tak pakai baju. Ia jadi samsak, ditendang dan dipukuli oleh orang-orang muda itu.

Awalnya, pria itu mencoba melawan. Lama-kelamaan, ia jatuh ke tanah dan karena berulang kali di tendang di kepala, seperti dikutip dari pada Rabu (22/4/2026).

Para saksi mata yang tampak ketakutan terlihat bergegas untuk ikut campur dengan menarik para pria tersebut menjauh dari turis tersebut.

Saksi mata Winechit Sukhanta mengatakan konfrontasi tersebut terjadi di Walking Street Pattaya yang terkenal, sebuah daerah yang telah lama dikaitkan dengan kekerasan di malam hari.

"Ketiga pria itu adalah penyerang; tiga lawan satu. Saya sangat kasihan pada pria tua itu," katanya.

"Semuanya bermula karena mereka menyemprotkan air langsung ke wajahnya. Di mana polisi?" ucapnya kesal.

Polisi setempat kemudian mengkonfirmasi bahwa tidak ada pengaduan resmi yang diajukan terkait dugaan penyerangan tersebut.

Keesokan harinya, turis lain menceritakan hal serupa lewat media sosial, ia mengklaim hampir buta, setelah disemprot air bertekanan tinggi ke wajahnya di Bangkok.

Turis yang berasal dari Filipina itu mengatakan insiden tersebut terjadi pada hari kedua Songkran setelah bergabung dalam perang air melawan pengunjung lainnya.

"Rupanya, dia menggunakan pistol air bertekanan tinggi dan airnya langsung mengenai mata kiri saya," katanya di TikTok.

"Setelah disemprot di mata, saya tidak bisa melihat apa pun selama sekitar 30 detik," katanya.

Ia mengaku tak mampu melihat apa-apa alias gelap gulita.

Saat kembali ke hotel, ia melihat bintik-bintik hitam di matanya . Turis itu langsung mengunjungi rumah sakit mata dan didiagnosis menderita pendarahan retina, suatu kondisi yang melibatkan pendarahan di dalam mata.

Songkran adalah festival Buddha yang menandai Tahun Baru tradisional dan biasanya diadakan sejak tanggal 13-15 April.

Berakar pada adat istiadat kuno, perayaan ini secara tradisional merupakan waktu untuk ritual yang lembut, dengan generasi muda didorong untuk menuangkan air ke tangan dan kaki para tetua sebagai tanda penghormatan dan untuk membersihkan kesialan.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri pariwisata Thailand yang berkembang telah mengubah acara yang dulunya tenang menjadi pesta besar-besaran, mendorong kerumunan besar untuk turun ke jalan dengan membawa pistol air.

Pihak berwenang Thailand menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengendalikan perayaan tersebut, sementara penduduk setempat frustrasi atas perilaku yang semakin tidak terkendali dari wisatawan yang mabuk.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.