Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat, Supriadi, mengungkapkan hingga akhir Desember 2025 jumlah koperasi di Jawa Barat mencapai sekitar 38.060 unit.
Namun dari total tersebut, koperasi yang benar-benar eksisting tercatat sekitar 33.405 unit.
Di sisi lain, kata dia, minat masyarakat untuk mendirikan koperasi justru masih tinggi.
Hal ini terlihat dari terus bertambahnya unit koperasi baru, termasuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Baca juga: Komdigi Perkuat Peran Media, Dorong Kisah Koperasi Desa Jadi Narasi Ekonomi Rakyat yang Berdampak
Di Jawa Barat, jumlah KDMP mencapai 5.957 unit, mengikuti jumlah desa dan kelurahan.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.932 merupakan koperasi baru, sementara sisanya merupakan pengembangan dan revitalisasi koperasi lama," ucapnya.
Namun demikian, mayoritas KDMP masih berada pada tahap awal.
Banyak yang baru memiliki struktur organisasi tanpa didukung sarana fisik maupun kegiatan usaha yang berjalan.
“Gedungnya banyak yang belum ada, masih menumpang. Usahanya juga baru mulai,” jelasnya.
Dikatakannya, pemerintah pun menerapkan skema bertahap untuk memperkuat KDMP.
"Tahap awal difokuskan pada pembentukan kelembagaan, dilanjutkan pelatihan pengurus, hingga pembangunan gerai koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi." katanya.
Baca juga: Dibuka Rekrutmen 30 Ribu Manager di Koperasi Desa Merah Putih, Berikut Link Pendaftarannya
Saat ini, sekitar 2.300 unit KDMP tengah dalam proses pembangunan gerai, dengan sekitar 249 unit telah rampung 100 persen.
"Adapun model bisnis yang dikembangkan mencakup tujuh sektor utama, antara lain sembako, layanan kesehatan, apotek, LPG, pupuk, logistik dan pergudangan," imbuhnya.
Selain itu, koperasi juga didorong mengembangkan potensi lokal seperti pertanian, perikanan dan perkebunan.
Adapun untuk mempercepat operasional, pemerintah turut menggandeng berbagai pihak, termasuk pendamping koperasi dan program pemagangan bagi pengurus.
"Kolaborasi antar koperasi juga didorong, terutama dalam akses permodalan dan pasar," katanya.