Laporan Arie Puji Waluyo
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Penyanyi Ashanty membawa kabar bahagia sekaligus mengejutkan. Setelah berjuang keras menyelesaikan pendidikan jenjang Strata 3 (S3), istri Anang Hermansyah ini resmi meraih gelar doktor dari Universitas Airlangga, Surabaya.
Namun, alih-alih berpuas diri, Ashanty justru berencana kembali duduk di bangku kuliah untuk mengambil gelar sarjana (S1) di bidang hukum.
Pencapaian ini tidak didapatkan Ashanty dengan mudah. Di tengah kesibukannya sebagai publik figur, ia mengaku sempat berada di titik terendah hingga ingin menyerah karena beban studi yang sangat berat.
Baca juga: Bahas Pernikahan Azriel Hermansyah, Ashanty Akui Sudah Temui Kris Dayanti
"Ya alhamdulillah pastinya bersyukur banget bisa lulus S3 ini usai sidang tertutup kemarin. Bersyukurnya aku tidak pernah gagal dalam menjalani pendidikan dari S1 sampai S3 ini," kata Ashanty saat ditemui di Jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).
Ibu empat anak ini mengungkapkan bahwa dua tahun terakhir merupakan masa-masa yang sangat melelahkan. "Wah berat banget dua tahun ini. Aku dari yang semangat sampai mau menyerah, karena aku kewalahan dan banyak urusan yang gak kepegang karena aku menyelesaikan S3 ini," ucapnya.
Beruntung, dukungan sang suami dan orang-orang terdekat berhasil menguatkan mentalnya.
"Ya sempat lah cerita ke banyak orang, aku nyerah nih gabisa nerusin S3 ini. Lalu banyak yang bilang sayang kalau nyerah, aku udah nyemplung sejauh ini. Akhirnya pelan-pelan aku selesaikan semuanya," jelas Ashanty.
Kejutan Baru: Ingin Kuliah S1 Hukum demi Korban Kekerasan
Meski sudah menyandang gelar tertinggi di bidang akademik (S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia), Ashanty tidak berhenti belajar.
Ia mengungkapkan keinginannya untuk kembali mengambil jurusan Hukum. Alasan di baliknya ternyata sangat menyentuh, yakni berkaitan dengan misi sosialnya dalam membela hak perempuan dan anak.
"Ada satu profesi yang Mau aku jalani setelah wisuda nanti. Aku belum bisa sebutin apa profesinya," ungkap Ashanty.
Ia menjelaskan bahwa ilmu hukum sangat ia butuhkan untuk mendukung konten podcast miliknya yang sering mengangkat isu sensitif.
"Karena aku kan selama ini ya kayak Denny Sumargo, buat podcast tentang perempuan dan anak soal kekerasan. Jadi aku harus ambil jurusan hukum ini. Karena gak enak ya kalau minta tolong sama teman gitu buat membantu kasus seseorang," tambahnya.
Tegaskan Tak Akan Terjun ke Politik
Meski bersemangat mengejar ilmu, Ashanty menegaskan bahwa langkahnya ini bukan sebagai batu loncatan untuk terjun ke dunia politik praktis seperti sang suami.
"Kalau itu (politik) aku gak kearah sana ya, mungkin belum. Kenapa? Takut aja kedepan bisa jadi kesitu. Cuma tujuan aku tuh mau berguna gitu buat banyak orang," tegas wanita berusia 32 tahun itu.
Fokus utamanya saat ini adalah menyuarakan isu kekerasan terhadap perempuan dan KDRT.
"Kalau memang menikah ya harus sayangi istri dan anaknya dong, bukan pakai kekerasan. Itu gak bisa ditolerir yang melakukan itu (kekerasan). Memang sejak dulu aku sudah bersuara soal isu kekerasan terhadap perempuan dan anak. Aku memang konsentrasi disitu," pungkasnya.
Saat ini, Ashanty tengah mempersiapkan diri untuk ujian sidang terbuka yang rencananya akan digelar pada Juni 2026 mendatang, kemungkinan setelah ia menyelesaikan ibadah haji.