Menjadi Juri Cerpen:  Menimbang Kata, Menjaga  Sastra 
suhendri April 23, 2026 12:03 AM

Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali

INI adalah tahun ketiga, penulis diberikan kepercayaan sebagai juri lomba menulis cerita pendek  (cerpen) pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Bangka Selatan. 

FLS3N merupakan kompetisi seni dan sastra tingkat nasional yang diselenggarakan untuk siswa di Indonesia. Dan untuk tahun 2026, FLS3N tingkat Kabupaten Bangka Selatan yang diselenggarakan Cabdin Wilayah 3 dipusatkan di SMA Muhammadiyah Toboali, Rabu (22/4/2026).

Beruntung sekondan penulis dalam lomba menulis cerpen FLS3N ini adalah mereka yang memang mumpuni dalam bidangnya. Di antaranya, Kulul yang merupakan penulis dan penggiat literasi yang sudah tak asing dalam rimba dunia kepenulisan di daerah ini. Karyanya sudah memenuhi ruang publik sejak lama.

Demikian pula dengan juri lainnya, Khoiriah Apriza. Cerpenis muda yang sudah menulis fiksi sejak masih di bangku sekolah menengah atas (SMA) ini  adalah penulis muda Bangka Selatan, di mana karya fiksinya tersiar di berbagai media dan telah melahirkan dua buku kumpulan cerpen. 

Menyelami 19 cerpen karya dari para penulis muda pelajar ini, penulis merasakan sensasi yang luar biasa.  Jika dianalogikan bak mengunjungi satu tempat wisata ke tempat wisata yang lain, di mana setiap lokasi wisata yang dikunjungi memiliki  keunikan, ciri khas dan daya tarik masing-masing. Yang membahagiakan, para pelajar ini tidak lupa dengan kearifan budaya lokal daerah mereka.  Ini yang membahagiakan.

Beragam sensasi dan emosi penulis rasakan saat menyelami cerpen demi cerpen karya pelajar ini. Apalagi tema yang dinarasikan para penulis pelajar ini sangat beraneka ragam. Tentunya dengan latar, penokohan, pengembangan plot sampai mood dari setiap cerpen yang mereka diskripsikan dengan narasi masing-masing.

Bagi penulis nilai lebih disematkan pada pada cerpen-cerpen yang menyajikan konflik dengan apik. Bukan hanya konflik interpersonal, tetapi juga konflik intrapersonal yang kadang justru lebih sulit dideskripsikan. Ada nilai plus jika pembaca tetap bisa menangkap nilai atau pesan yang positif dari cerpen pelajar ini.

Unsur-unsur intrinsik cerpen seperti ide, plot, tokoh, setting, gaya bahasa dan lain-lain tentu memiliki bobot penilaiannya masing-masing. 

Pada sisi lain, tantangan terbesar saat penjurian adalah objektivitas.  Apalagi pemenang lomba cerpen ini akan diperlombakan pada  tingkat provinsi di mana tentunya para jurinya memiliki kasta tersendiri dan sangat mumpuni dalam bidang kepenulisan cerpen.  

Dan alhamdulillah, kami bertiga berkomitmen untuk menjaga nilai objektivitas sebagai panglima tertinggi dalam memberikan penilaian. Kendati panitia pelaksana sudah membuat kriteria standar yang digunakan untuk membuat penilaian terhadap seluruh cerpen, namun terkadang tidak bisa dihindari adalah soal faktor selera yang dapat memberi pengaruh. Ini  pun kami jauhi. 

Dan untuk menjaga keseimbangan antara objektivitas dan selera ini yang menjadi tantangan terbesar, para juri sudah berkomitmen tinggi  untuk melahirkan pemenang lomba cerpen secara objektif.  Yang penting, pemenang lomba menulis cerpen ini dapat bersaing di lomba FLS3N tingkat provinsi dan tentunya berujung pada kompetisi FLS3N tingkat nasional.

Secara pribadi, penulis terpikat pada cerpen yang menggugah emosi, atau cerpen yang sukar ditebak dan dibumbui plot twist, atau cerpen yang berhasil menyajikan konflik dengan baik.

Untuk para penulis  cerpen yang mengikuti event cerpen FLS3N ini, jangan berkecil hati kalau cerpennya tidak masuk nominasi atau jadi juara. Hal ini bukan berarti karena cerpen yang ditulis kurang bermutu.  Bagi mereka yang karyanya belum menembus kategori terbaik dan juara, bukan berarti karyanya tidak bermutu. 

Cerpen dari para peserta lomba sudah bagus. Hanya saja masih ada cerpen yang nilainya lebih tinggi, baik dari segi pengembangan plot, diksi dan gaya bahasa, pengembangan tokoh sampai nilai yang ditawarkan ke pembaca, khususnya para juri. 

Selamat untuk para pemenang lomba menulis cerita pendek FLS3N  tingkat Kabupaten Bangka Selatan.  Selamat berkompetisi pada level tingkat provinsi hingga ke jenjang nasiona. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.