Peringati Hari Bumi, Ratusan Pohon Gayam Ditanam di Bantaran Sungai Sileng Borobudur
Yoseph Hary W April 23, 2026 12:03 AM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dalam rangka memperingati Hari Bumi, ratusan pohon gayam ditanam di kawasan bantaran Sungai Sileng, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026).

Penanaman pohon ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem sekaligus mencegah erosi di wilayah bantaran sungai.

Seribu bibit gayam

Sedikitnya 100 bibit pohon gayam ditanam dalam kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat bersama In Journey Destination Management (IDM). Pohon gayam dipilih karena dikenal memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air dengan baik, sehingga efektif menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar aliran sungai.

Direktur Operasi TWB, Supriadi Jufri, mengatakan peringatan Hari Bumi menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Hari Bumi diperingati di seluruh dunia karena isu kelestarian alam sudah menjadi perhatian bersama. Ini harus terus diingatkan, bahwa menjaga bumi dan menanam pohon itu penting agar tidak menjadi masalah di masa mendatang,” ujar Supriadi.

Pelestarian alam dan lingkungan

Menurutnya, kegiatan penanaman pohon tersebut juga merupakan bagian dari program In Journey Destination Management (IDM) dalam upaya pelestarian alam dan lingkungan.

“Kegiatan Hari Bumi memang rutin dilakukan oleh In Journey Destination Management (IDM). Tidak hanya di Sungai Sileng, tetapi juga di beberapa lokasi lainnya,” tambahnya.

Ia melanjutkan, Pohon gayam dipilih karena memiliki akar yang kuat dan dapat berfungsi sebagai biopori alami yang membantu menyerap air, menjaga kestabilan tanah, serta mencegah erosi, terutama ketika debit air sungai meningkat.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Sileng turut hadir dan berpartisipasi dalam penanaman pohon tersebut. Mereka menyambut baik kegiatan ini dan berharap penanaman pohon gayam dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun keberlanjutan sumber daya air.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga bumi. Kesadaran kolektif untuk merawat alam dinilai sangat penting demi keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang. 

Air sumber kehidupan masyarakat

Kepala Desa Karangrejo, Heli Rofikun mengaku senang lingkungannya menjadi titik penanaman pohon yang dilakukan In Journey Destination pada peringatan Hari Bumi ini. “Senang bisa menjadi tempat yang menjadi titik penanaman pohon ini, semoga bisa menambah kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan,” Imbuhnya.

Dia mengaku kawasan Karangrejo memiliki debit air yang bagus dan banyak yang menggantungkan sumber air untuk kehidupan sehari hari dan sektor pertanian sehingga bisa menjadi edukasi pentingnya menjaga air yang ada saat ini.

“Kebetulan warga juga menggunakan biopori untuk menahan air hujan supaya masuk ke dalam tanah dan tidak langsung mengalir ke laut atau sungai sehingga sumber air di sini masih bisa terjaga, dan dengan ditambahnya penanaman pohon ini semoga air tanah semakin melimpah,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.