Perang Timur Tengah Tak Kunjung Usai, RI Bidik Minyak dari Nigeria-Gabon
GH News April 23, 2026 12:09 AM
Jakarta -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satunya melalui strategi diversifikasi sumber pasokan dan pengurangan ketergantungan pada kawasan tertentu.

"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memastikan ketahanan nasional melalui kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya upaya diversifikasi energi menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Begitu juga dengan penguatan kapasitas domestik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan memperluas kerja sama pasokan energi dari berbagai negara, seperti Nigeria, Gabon, dan berbagai negara alternatif lainnya, guna memastikan keamanan pasokan energi nasional," jelas Airlangga.

Lebih lanjut ia menjelaskan di sisi hilir, Indonesia juga terus mengoptimalkan kerja sama regional untuk pemenuhan bahan bakar olahan, sembari meningkatkan kapasitas produksi domestik dan mempercepat pemanfaatan biofuel melalui peningkatan mandatori pencampuran biodiesel.

"Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional," tegasnya.

Selain itu, penerapan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) serta bauran energi yang beragam turut menjaga stabilitas harga, sehingga fluktuasi harga komoditas global tidak secara langsung berdampak pada masyarakat.

Selain sektor energi, penguatan juga dilakukan pada sektor pangan dan pupuk melalui pengendalian harga gas untuk produksi pupuk serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Indonesia bahkan mencatat surplus produksi pupuk tertentu dan mulai memenuhi permintaan ekspor dari sejumlah negara.

"Upaya tersebut merupakan bagian dari pembelajaran dari berbagai krisis global, termasuk pandemi, guna memastikan ketahanan nasional yang lebih kuat," jelas Airlangga.

Airlangga mengatakan ke depan Indonesia turut menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai visi sebagai negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Hal ini didukung oleh penguatan konsumsi domestik sebagai kontributor utama perekonomian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan pendidikan dan kolaborasi global.

"Pemerintah juga mendorong pengembangan sektor ekonomi masa depan berbasis teknologi, termasuk ekosistem semikonduktor dan transformasi digital, sebagai pilar baru pertumbuhan ekonomi nasional," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.