Pegawai Hotel di Surabaya Curiga Tamu Lansia Tak Kunjung Check Out, Ternyata Sudah Meninggal Dunia
Januar April 23, 2026 12:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pegawai hotel di kawasan Jalan Achmad Jais, Genteng, Kota Surabaya, dikagetkan dengan kondisi seorang tamu hotel pria paruh bahwa ditemukan meninggal dunia dalam salah satu kamar, pada Rabu (22/4/2026) siang. 

Kanit Reskrim Polsek Genteng Polrestabes Surabaya Iptu Vian Wijaya mengatakan, pihak yang menemukan kondisi korban dalam keadaan meninggal dunia, adalah pegawai hotel. 

Karena, pegawai hotel mencurigai tamu berinisial LP (60) itu tak kunjung keluar kamar (check out) meskipun tenggat waktu sewa sudah habis pukul 13.00 WIB. 

Saat dibuka kamar tersebut, ternyata korban dalam keadaan tergeletak di atas kasur. Kemudian, pegawai hotel tersebut melapor ke Mapolsek Genteng. 

"Kan waktunya check out jam 12 dan jam 1 to. Kok gak cek out sampai jam segini, makanya diketuk (pintu kamar). Iya petugas hotel," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Rabu (22/4/2026). 

Baca juga: Breaking News: Balita di Kota Kediri Ditemukan Meninggal Tak Wajar, Diduga Jadi Korban KDRT

Berdasarkan hasil olah TKP, mendengarkan keterangan para saksi, serta data hasil visum luar yang dilakukan Anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya.

Vian mengungkapkan, korban diduga meninggal dunia karena kondisi sakit atau terindikasi mengalami gagal fungsi jantung.

"Dugaannya yang bersangkutan kena jantung," ungkapnya. 

Ia menduga korban mengalami kondisi tersebut karena menenggak sejenis obat penambah stamina tubuh. 

Karena, ditemukan obat penambah stamina kemasan berupa pil di dekat tubuh korban. 

Empat pil tersebut masih dalam kemasannya. Sedangkan, satu pil sudah hilang diduga telah dikonsumsi korban sebelum meninggal dunia. 

"Pil (bentuk obat atau jamunya). Namanya UM (inisial nama brand obat tersebut). Pil yang ditemukan di lokasi, satu emplek (4 butir) iya. Yang diduga sudah diminum, 1 pil," terangnya. 

Selain itu, tidak ditemukan adanya temuan bekas mencurigakan pada tubuh korban yang mengindikasikan perbuatan tindak pidana. 

"Tidak ada (tanda mencurigakan bekas aniaya)," katanya. 

Bahkan, Vian memastikan, tidak ada benda-benda pribadi berharga milik korban yang hilang. 

Semua barang pribadi korban, juga masih berada di dalam kamar tersebut. 

"Enggak ada (tidak ada benda yang hilang)," jelasnya. 

Mengenai dugaan korban menginap di kamar hotel tersebut bersama seseorang. Vian tak menampiknya. 

Bahwa, terdapat kesaksian dari pegawai hotel yang menyebutkan adanya seorang perempuan berkunjung di kamar korban. 

Sosok perempuan tersebut diketahui tiba di kamar korban sekitar pukul 09.00 WIB dan keluar hotel sekitar pukul 11.00 WIB. 

"Belum tahu (sosok tamu perempuan korban). Data enggak ada, CCTV hotel, juga gak ada. Masih kami gali," ungkapnya. 

Vian masih melakukan pencarian terhadap sosok pengunjung atau tamu perempuan korban itu. 

Namun, ia mengaku, terkendala tidak adanya rekaman CCTV di hotel tersebut. 

Selain itu, si tamu perempuan itu, juga tidak menitipkan kartu identitas kepada pegawai resepsionis hotel. 

"Kayaknya enggak tahu. Karena kalau meninggalnya jam 9 tadi, kondisi jam 5 itu, kondisi mayat kaku. Nah, ini enggak, mayat lemas," katanya. 

"(Berarti ada dugaan kalau si perempuan cuma mengetahui bahwa korban kondisi tidur) Belum tahu, itu masih dugaan, belum berupa fakta," tambahnya. 

Kini, jenazah korban sudah dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya untuk dilakukan visum lanjutan. Tujuannya, lanjut Vian, mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. 

"Kami bawa RSUD dr Soetomo Surabaya. Dalam rangka visum lanjutan," pungkasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.