Realisasi BOP PAUD di NTT Tembus 56 Persen, Penyaluran Awal Tahun Dinilai Signifikan
Oby Lewanmeru April 23, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Realisasi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan perkembangan yang cukup pesat pada awal tahun anggaran 2026.

Kepala Kanwil DJPb NTT, Adi Setiawan, mengungkapkan, berdasarkan data dari enam KPPN di wilayah NTT per 22 April 2026, realisasi penyaluran BOP PAUD telah mencapai Rp 51,87 miliar atau 56,18 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 92,32 miliar.

“Capaian ini mencerminkan percepatan penyaluran yang cukup signifikan serta komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung layanan pendidikan anak usia dini,” kata Adi dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026) di Kupang.

Adi menjelaskan, sebagian besar kabupaten/kota di NTT telah mencatatkan realisasi di atas 50 persen, yang menunjukkan adanya pemerataan kinerja penyaluran di berbagai wilayah. Yang mana, sejumlah daerah bahkan mencatatkan capaian yang optimal. 

Baca juga: Percepatan Penyaluran BOK Puskesmas di NTT Masih Rendah, DJPb Dorong Akselerasi Daerah

Adi merincikan, Kabupaten Sikka menjadi yang tertinggi dengan realisasi Rp 3,86 miliar atau 63,58 persen.

Disusul Kabupaten Sumba Tengah sebesar Rp 1,84 miliar atau 61,48 persen, Kabupaten Rote Ndao Rp 1,75 miliar atau 60,42 persen.

Kemudian, Kabupaten Sabu Raijua Rp 2,07 miliar atau 60,23 persen, serta Kabupaten Malaka Rp 2,72 miliar atau 60,01 persen.

“Jadi capaian ini mencerminkan kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi persyaratan penyaluran serta efektivitas koordinasi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan,” kata Adi.

Adi juga menyebut, masih terdapat beberapa daerah dengan capaian di bawah 50 persen, di antaranya Kabupaten Ngada dengan realisasi Rp 951,45 juta atau 49,72 persen, Kabupaten Sumba Barat sebesar Rp 1,54 miliar atau 48,62 persen, dan Kota Kupang sebesar Rp 2,03 miliar atau 48,35 persen.

“Daerah-daerah ini diharapkan dapat segera meningkatkan akselerasi penyaluran agar capaian bisa lebih optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan, penyaluran BOP PAUD sendiri memiliki peran penting dalam mendukung operasional satuan pendidikan anak usia dini, termasuk pembiayaan kegiatan pembelajaran, penyediaan sarana dan prasarana edukatif, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Untuk menjaga momentum positif tersebut, kata Adi, pemerintah daerah diharapkan terus mempercepat penyaluran tahap berikutnya, memastikan ketepatan sasaran penggunaan dana, melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, serta meningkatkan kualitas pelaporan dan akuntabilitas.

“Dengan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah, penyaluran BOP PAUD diharapkan mampu mencapai target optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” pungkas Adi. (mey)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.