SURYA.CO.ID - Ketegangan di jalur perdagangan laut imbas perang antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan israel kembali memuncak.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi merilis kronologi pencegatan dua kapal komersial di kawasan Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026).
Salah satu kapal yang ditahan disebut memiliki keterkaitan langsung dengan Israel.
Pasukan angkatan laut IRGC melaporkan bahwa operasi tersebut dilakukan pada pagi hari saat kedua kapal mencoba melintasi jalur strategis tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi, kapal-kapal tersebut dianggap melakukan pelanggaran navigasi sebelum akhirnya digiring ke wilayah perairan Iran.
"Pagi ini, pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran mengidentifikasi dan menghentikan dua kapal yang melanggar di Selat Hormuz," tulis pernyataan resmi IRGC sebagaimana dilansir dari AFP.
Lebih lanjut, pihak IRGC menegaskan tindakan tegas yang diambil oleh personel di lapangan:
"Kedua kapal yang melanggar tersebut ditangkap oleh pasukan angkatan laut IRGC dan diarahkan ke pantai Iran."
Baca juga: Donald Trump Ancam Bom Jika Tidak Ada Kesepakatan, Iran Siaga Tempur dan Pastikan Balas Serangan AS
Pihak Teheran mengidentifikasi dua kapal tersebut dengan rincian sebagai berikut:
Pihak keamanan Iran memperingatkan bahwa segala aktivitas yang bertentangan dengan aturan "jalur aman" (safe passage) akan ditindak tegas.
Taheran mewajibkan setiap kapal yang masuk atau keluar Teluk melalui Hormuz untuk mengantongi izin resmi.
Baca juga: Cerita Abdullah Mahasiswa Bondowoso Pulang Dari Iran, Lewat Jalur Darat Dan Pesawat
Situasi di Selat Hormuz, jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia, telah bergejolak sejak awal tahun 2026.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat menyatakan selat terbuka bagi kapal komersial selama periode tersebut.
Namun, ketenangan itu singkat. Pada Sabtu (18/4/2026), Teheran kembali memutuskan untuk menutup Selat Hormuz sebagai respons atas sikap keras Amerika Serikat yang tetap mempertahankan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau dampak dari penahanan kapal ini terhadap stabilitas harga energi global dan eskalasi militer di Timur Tengah.
Baca juga: Imbas Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Tapi Blokir Berlanjut, Militer Iran Siaga Penuh
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung