Seorang Pria di Manggarai Timur Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Kebun, Diduga Bunuh Diri
Eflin Rote April 23, 2026 09:42 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di pondok kebun, Kampung Rua, Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu 22 April 2026 sekitar pukul 12.30 wita. 

Hal ini disampaikan Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto melalui Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Ahmad Zacky Shodri, Kamis (23/4/2026).

Iptu Zacky menerangkan, pasca menerima laporan terkait penemuan jasad tersebut, Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Manggarai Timur, Polda NTT langsung turun ke lokasi pada Rabu sore sekitar pukul 18.00 wita untuk melakukan olah TKP.

Dari hasil identifikasi korban diketahui bernama Fatrian Jehadus alias Rian (28) warga Kampung Rua, Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Saat ditemukan korban mengenakan baju kameja kotak-kotak lengan panjang berwarna merah hitam dengan alas baju berwarna putih, celana jeans panjang berwarna abu-abu dengan celana alas pendek berwarna hitam dan dalaman berwarna hijau. 

Kronologi Kejadian

Kronologi kejadian berawal pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 07.00 wita, korban bersama orang tuanya duduk minum kopi di rumah.

Setelah selesai, orang tua korban mengajak korban untuk pergi memanen padi di sawah milik tetangga. Namun korban menjawab dengan meminta orang tuanya pergi duluan. 

Orang tua korban kemudian berangkat terlebih dahulu menuju sawah milik tetangga atas nama Irenimus Arman yang berlokasi di Lemus.

Sebelum ke sawah, ayah korban Laurens Pamput sempat singgah di pondok milik mereka untuk memberi makan hewan ternak yang dipelihara di kebun.

Setelah itu, ayah korban mengunci pintu pondok menggunakan gembok, lalu melanjutkan perjalanan ke sawah. Setibanya di lokasi, korban ternyata sudah berada di sawah tersebut.

Menjelang waktu istirahat makan siang, korban makan terlebih dahulu dan berpamitan untuk kembali ke pondok milik mereka yang berjarak sekitar 300 meter dari sawah.

Baca juga: DPRD Manggarai Timur Resmi Umumkan Usulan Pemberhentian 2 Anggota Fraksi PKB

Sekitar pukul 12.00 wita para pekerja berhenti untuk istirahat makan siang bersama. Namun saat itu ayah korban tidak melihat keberadaan korban, sehingga menanyakan kepada beberapa orang  yang berada di kebun tersebut, dan pemilik kebun Irenimus Arman menjawab bahwa korban sudah makan terlebih dahulu dan telah pulang duluan ke pondok.

Pada pukul 12.30 wita, setelah selesai makan siang, ayah korban menuju pondok dengan membawa sisa makanan untuk diberikan kepada hewan ternak di pondok.

Sesampainya di pondok, ayah korban terkejut melihat gembok pintu sudah dalam keadaan terbuka. Ia kemudian mencoba membuka pintu dengan cara mendorong, namun pintu tersebut terkunci dari dalam dan berpikir bahwa anaknya Rian berada di dalam.

Selanjutnya, ayah korban mengganti pakaian di luar pondok, lalu memanggil korban sebanyak dua kali, tetapi tidak mendapat jawaban.

Karena curiga, ayah korban melihat ke dalam melalui celah pintu dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Diduga Murni Akhiri Hidup 

Zacky menerangkan, berdasarkan hasil visum et repertum (VER) oleh petugas medis dari Puskesmas Lebi dan Puskesmas Borong yang dipimpin oleh dr. Gisella D.L.Susur langsung. Hasil visum korban meninggal dunia diduga murni akhiri hidupnya sendiri. 

Tolak Autopsi

Zacky juga menerangkan, dengan adanya hasil olah TKP dan visum et repertum (VER) petugas Medis dan dugaan penyebab korban meninggal dunia, pihak keluarga menyampaikan menerima dengan ikhlas kematian korban sebagai takdir dan jalan hidupnya dan menolak untuk dilakukan outopsi serta menyatakan tidak akan menuntut untuk diproses secara hukum di kemudian hari.

Guna mendukung pernyataan menolak dilakukan outopsi dan tidak menuntut proses hukum, keluarga korban pun membuat Surat pernyataan penolakan outopsi.

Selanjutnya Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. 

Zacky juga menerangkan, dalam peristiwa ini, Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Manggarai Timur melakukan berbagai penanganan yakni mulai dari menerima Informasi, turun TKP,  menginterogasi saksi-saksi, melakukan visum Jenasah, menyerahkan korban ke keluarga, mengamankan BB dan membuat laporan. (rob)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.