14 Tahun Menunggu, Rostian Jemaah Lansia Padang Tak Sabar Sentuh Ka'bah yang Biasa Cuma Lihat di TV
Rahmadi April 23, 2026 12:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sebuah kerinduan mendalam terpancar dari raut wajah Rostian Rusli (78), jemaah calon haji asal Padang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1. Di usia senjanya, ia membawa satu misi besar yang selama ini hanya tersimpan dalam sanubarinya.

Bagi Rostian, perjalanan menuju Tanah Suci tahun ini bukan sekadar menjalankan rukun Islam kelima, melainkan sebuah pembuktian dari mimpi panjang yang ia pupuk melalui layar kaca. Selama puluhan tahun, ia hanya bisa menatap kemegahan Kakbah lewat siaran televisi.

"Saya sangat penasaran seperti apa itu Kakbah sebenarnya. Ingin melihat langsung dari dekat," ujar Rostian dengan mata berkaca-kaca saat ditemui sebelum keberangkatan, Kamis (23/4/2026).

Rasa penasaran itu bukanlah tanpa alasan. Setiap kali melihat ribuan umat Muslim tawaf mengelilingi bangunan kotak hitam tersebut di TV, hatinya selalu bergetar.

Ia sering membayangkan dirinya berada di sana, di tengah kerumunan hamba Allah. Kini, penantian panjang sejak Desember 2012 itu akhirnya membuahkan hasil.

Baca juga: Jemaah Haji Padang Tak Takut Isu Perang, Jasni Siap Syahid di Tanah Suci: Niat Baik Pasti Dipermudah

Setelah menunggu kurang lebih 14 tahun dengan penuh kesabaran, jadwal keberangkatannya pun tiba.

Hebatnya, meski sudah berusia hampir kepala delapan, Rostian memilih untuk berangkat sendiri. Ia menunjukkan kemandirian dan kekuatan fisik yang luar biasa bagi jemaah seumurannya.

Ia mengaku modal keberangkatannya ini berasal dari tabungan pribadinya yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari rezeki yang ia peroleh.

Tak hanya itu, kasih sayang anak-anaknya juga turut melengkapi ongkos perjalanannya ke Baitullah.

"Ada sedikit rezeki ditabung dan ada juga yang dikasih oleh anak. Dengan sabar akhirnya bisa juga terpanggil menuju haji tahun ini," tuturnya penuh syukur.

Bagi Rostian, bisa menginjakkan kaki di tanah suci di usia 78 tahun adalah sebuah keajaiban. Ia menyadari bahwa di usianya yang sekarang, kondisi fisik menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga: Kisah Haru Jasni Jemaah Kloter 1 Padang, Istri Kuli Bangunan yang Menanti 13 Tahun Naik Haji

Oleh karena itu, ia sangat menjaga kondisi badannya agar tetap prima. Baginya, sehat adalah harga mati agar ia bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan maksimal, terutama saat momen melihat Kakbah nanti.

"Kondisi badan harus prima dan sehat, soalnya hal ini sudah ditunggu bertahun-tahun," katanya menekankan pentingnya stamina bagi jemaah lansia.

Ia merefleksikan perjalanannya ini sebagai sebuah misteri kehidupan. Rostian percaya bahwa tidak ada yang mustahil jika Tuhan sudah berkehendak, meski seseorang sudah berusia lanjut.

"Hidup ini memang penuh misteri dan kejutan. Yang terpenting adalah niat baik dan ikhlas," ucapnya bijak menyikapi keberangkatannya yang ia anggap sebagai kado indah di hari tua.

Kini, bayangan Kakbah yang dulu hanya berbentuk piksel di layar televisi akan segera berubah menjadi nyata di depan matanya. Rostian tak sabar ingin segera bersimpuh dan berdoa di depan bangunan yang menjadi kiblat umat Islam sedunia itu.

Semangat Rostian ini pun menjadi inspirasi bagi jemaah lain di Kloter 1 Padang. Usia bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menjemput impian spiritualnya asalkan ada kemauan dan ketabahan. (*)


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.