Jeritan Warga Mentaya Seberang Kotim Pilih Pasrah Asal Barang Tersedia, Meski Harga BBM dan LPG Naik
Sri Mariati April 23, 2026 01:51 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi serta gas elpiji mulai dirasakan masyarakat di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Meski tidak semua jenis bahan bakar mengalami lonjakan signifikan, warga mengaku tetap terdampak, terutama bagi mereka yang bergantung pada transportasi air dan usaha kecil.

Di tingkat pengecer, harga BBM dan gas bervariasi. 

Warga menyebutkan harga di pangkalan sekitar Rp30 ribu, warung Rp35 ribu, sementara untuk eceran solar dijual per botol dengan ukuran tertentu. 

Namun bagi sebagian warga, kenaikan harga bukan satu-satunya masalah.

“Tidak apa-apa harganya naik, asalkan barangnya ada. Beda kalau harganya naik tapi barangnya tidak ada, itu yang lebih bikin pusing,” ujar Mega, warga setempat, Kamis (24/4/2026). 

Mega menuturkan, hingga saat ini ketersediaan BBM jenis tertentu seperti Pertalite masih belum merata di wilayahnya. 

Sementara untuk solar, penggunaannya memang terbatas pada profesi tertentu, seperti nelayan atau pengemudi klotok (perahu motor).

Menurutnya, kenaikan harga paling terasa bagi pengguna transportasi air. 

“Yang berpengaruh itu klotok penyeberangan. Ada yang naik sekitar Rp2.000 dari biasanya,” ungkapnya.

Meski demikian, untuk gas elpiji 3 kilogram, warga mengaku belum merasakan kelangkaan maupun kenaikan harga yang signifikan. 

Kondisi ini membuat masyarakat masih bisa beraktivitas seperti biasa, meski dengan beban ekonomi yang semakin terasa.

“Untuk LPG belum ada kenaikan yang terlalu terasa. Masih aman, tidak langka,” tambah Mega.

Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga memilih bersikap pasrah. Terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan atau usaha kecil.

“Kalau misalnya ikan, ya pasrah saja. Ikut saja harga pasar,” ucapnya.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Sopir Angkutan TBS di Sampit Kotim Keluhkan Pendapatan Menyusut

Baca juga: Harga BBM Naik, Bupati Halikinnor Sebut Beban APBD Kotim Berpotensi Membengkak

Meski sudah terbiasa dengan fluktuasi harga, warga tetap berharap adanya perhatian dari pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Kalau bisa jangan terlalu naik lah harganya. Kasihan masyarakat kecil, usaha sekarang juga susah,” tutupnya.

Kenaikan harga energi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di wilayah pesisir seperti Mentaya Seberang, yang sebagian besar bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari. 

Stabilitas pasokan dan harga dinilai menjadi kunci agar beban masyarakat tidak semakin berat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.