TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pemkab Jember melakukan verifikasi faktual terhadap warga miskin kategori desil 1 atau kelompok miskin ekstrem. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.
Berbeda dari metode umum yang melibatkan petugas sensus atau Badan Pusat Statistik, verifikasi kali ini justru dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember.
Sebanyak 21.942 ASN diterjunkan dalam proses ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari guru, tenaga administrasi, perencana, hingga pejabat struktural, termasuk pimpinan organisasi perangkat daerah.
Baca juga: Operasi Pasar LPG Jember April–Mei 2026: Stok Dipastikan Aman, Ini Jadwal dan Harganya
Total sasaran verifikasi mencapai 97.061 jiwa yang masuk kategori desil 1. Kegiatan ini berlangsung sejak 19 April dan dijadwalkan selesai pada 24 April 2026.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan pelibatan ASN merupakan langkah darurat dalam penanganan kemiskinan.
“Agar bantuan yang digelontorkan benar-benar tepat sasaran, dan berdampak secara signifikan nantinya,” ujar Fawait.
Baca juga: Tragis, Bocah di Jember Tewas Tersengat Listrik Saat Ambil Layangan di Atap Toko
Proses verifikasi di lapangan mengungkap sejumlah temuan yang menunjukkan ketidaksesuaian data.
Hermin Herawati, salah satu ASN yang bertugas di Kecamatan Sumberjambe, menemukan kasus warga yang masih tercatat sebagai penerima bantuan, padahal telah meninggal dunia sejak lima tahun lalu.
“Bahkan rumahnya sudah dirobohkan, setelah peringatan seribu harinya orang tersebut. Rumah dirobohkan karena tidak ada penghuninya lagi,” ujar Hermin.
Baca juga: Revitalisasi Street Food Jl Kartini Jember Ditarget Rampung Akhir 2026
Temuan lain menunjukkan adanya nama warga yang tidak dikenal oleh perangkat desa setempat, meskipun tercantum dalam data sebagai penerima bantuan.
Namun, ada pula data yang terbukti valid. Di Desa Randuagung, Hermin menemukan warga yang memang masuk kategori miskin ekstrem, dengan kondisi rumah berlantaikan tanah dan tanpa fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Baca juga: Kondisi Pasar Tradisional di Jember Memprihatinkan, Tapi Ditarget PAD Optimal
Cerita lain datang dari Abdoe Rahman, ASN yang bertugas melakukan verifikasi di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.
Wilayah tersebut tergolong terpencil dan sulit dijangkau, berada di kawasan perbukitan antara Gunung Gumitir dan Taman Nasional Meru Betiri.
“Saya naik sepeda motor trail, karena memang medannya ekstrem, berbukit naik turun dan masuk kawasan hutan,” ujar Abdoe.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar satu jam dari balai desa, dengan kondisi jalan berbatu dan sempit. ASN yang menggunakan kendaraan roda dua biasa bahkan harus menyewa ojek warga setempat.
Meski menghadapi tantangan geografis, Abdoe memastikan data warga yang diverifikasi di wilayah tersebut sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Warga yang saya verifikasi ditemukan, dan memang sesuai masuk desil 1. Lantai rumahnya tanah, juga tidak punya MCK,” jelasnya.
Baca juga: Polres Jember Bongkar Penimbunan Pertalite di Silo, Pelaku Modifikasi Mobil Carry
Hasil verifikasi faktual ini diharapkan menjadi dasar perbaikan data kemiskinan di Kabupaten Jember. Ketidaksesuaian data yang ditemukan menunjukkan pentingnya pembaruan data secara berkala.
Dengan pendekatan langsung ke lapangan, Pemkab Jember menargetkan bantuan sosial ke depan bisa lebih tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat miskin ekstrem.