Liputan Eksekusi Lahan di Jakarta Timur, Jurnalis Warta Kota Alami Kekerasan
Hironimus Rama April 23, 2026 01:35 PM

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jurnalis Warta Kota, Miftahul Munir mengalami kekerasan saat meliput proses eksekusi lahan di Jalan Mualim Aminudin, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026).

Munir menjelaskan awal mula kejadian tersebut saat dirinya tiba di lokasi sekira pukul 09.10 WIB. Ketika itu, warga sudah berkumpul di area eksekusi.

Ia sempat melakukan wawancara dengan pihak terkait, termasuk pemilik panti asuhan Al Mukhlisin serta pengacara warga.

Baca juga: Dapat Pengawalan Ketat dari Polisi, PN Depok Eksekusi Lahan di Jalan Abdul Wahab Sawangan

"Jadi pukul 09.10 WIB saya datang ke lokasi eksekusi lahan di Jalan Mualim Aminudin di sana sudah kumpul warga dan zempat wawancara dengan pemilik panti asuhan Al Mukhlisin dan pengacara warga," ujar Munir.

Sekira pukul 10.30 WIB eksekusi mulai berlangsung. 

Ia menyebut dari awal sudah terjadi penolakan dan gesekan antara petugas juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan warga.

Menurutnya, ketegangan meningkat saat petugas berada di depan panti asuhan. 

Sejumlah warga kemudian mendatangi petugas juru sita yang diduga sempat terlibat aksi dorong dengan warga.

"Sampai akhirnya petugas berada di depan panti asuhan dan di depan panti itu ada petugas yang akan eksekusi rumah warga dan datang sekira 4 sampai 5 warga yang mencari petugas PN Jaktim juru sita yang sempat memukul salah satu warga," tutur dia.

"Saya dengan posisi tetap merekam dan tak lama terjadi perdebatan antata warga dan petugas dan salah satu petugas PN datang dengan ngotot-ngotot dan mendorong-dorong warga tersebut hingga akhirnya saya ikut di dorong dan ditanya oleh petugas PN tersebut," sambungnya.

Munir mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya merupakan wartawan, namun petugas tetap meminta identitasnya. 

Sebelum sempat menunjukkan kartu pers, ia diduga sudah mendapat tindakan fisik dari petugas lain.

“Belum saya sempat tunjukkan ID, sudah dipiting dari belakang oleh petugas lain yang kenakan topi dan masker,” katanya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait dugaan insiden kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

Sementara itu, Munir menyebut dirinya masih merasakan sakit pada bagian leher akibat kejadian tersebut. (M31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.