TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kunjungan ke Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).
Tujuannya, melakukan pendataan perpustakaan di Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2026.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, puluhan peserta pustakawan hadir dalam kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Dinas Perpusip Mamuju Tengah, kompleks KTM Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kamis (23/4/2026).
Mereka mengikuti kegiatan pendataan dengan serius.
Baca juga: Syamsul Samad Dilirik Demokrat Bakal Jadi Wagub Sulbar, Nasdem Usul Dirga, PKS Ajukan Jalaluddin
Baca juga: Kronologi Remaja 17 Tahun di Pasangkayu Lari dari Kafe Karaoke Usai Dipaksa Oknum Polisi Minum Miras
Kunjungan Disperpusip Sulbar, dipimpin langsung Sekertarisnya, Nursina Achir Parampasi.
Nursina tiba di kantor Disperpusip Mamuju Tengah menggunakan pakaian kemeja biru di padukan jilbab biru dan selempang khas Sulbar.
Ia didampingi sejumlah staf dan pegawai Disperpusip Sulbar.
"Kami ingin melakukan pendataan perpustakaan sekolah dan desa di Mamuju Tengah," ucap Nursina di konfirmasi usai memberi sambutan dalam kegiatan tersebut, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, masih ada beberapa sekolah yang belum terdata atau belum terakreditasi.
Olehnya itu, lanjut Nursina, pihaknya turun langsung ke lapangan melakukan pendataan.
"Hasilnya, nanti dikirim ke pusat (Perpusnas)," ungkapnya.
Nantinya, pusat akan menentukan perpustakaan mana yang masuk kategori standar nasional sesuai ketetapan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Jika ditemukan masih ada yang belum memenuhi standar nasional, Disperpusip Sulbar dan Mamuju Tengah bakal berkolaborasi untuk melakukan pembinaan lanjutan.
Ia juga menjelaskan, sasaran kegiatan ini bukan hanya ditujukan ke perpustakaan sekolah dan desa tetapi juga perpustakaan yang dikelola komunitas dan telah terdaftar di provinsi.
Sementara itu, Abdullah Kalu, Kadisperpusip Mamuju Tengah mengatakan, kehadiran Perpusip Sulbar membawa angin segar bagi kemajuan perpustakaan di wilayahnya.
Dikarenakan, nantinya semua perpustakaan di Mamuju Tengah akan mendapat perhatian serius dari tingkat provinsi.
Olehnya itu, ia berharap adanya materi yang diberikan dapat dipahami dan di terapkan oleh para pustakawan dan staf yang ada di Disperpusip Mamuju Tengah.
"Setelah pembekalan ini, kami akan lebih banyak turun lapangan untuk mensosialisasikan materi yang diterima," pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah