TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Teka-teki pengisian kursi Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) mulai menemui titik terang.
Gubernur Sulbar sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar, Suhardi Duka (SDK), membeberkan sejumlah partai koalisi telah mengajukan nama calon untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Menurut SDK, saat ini sudah ada dua partai yang secara resmi menyodorkan nama kandidat mereka kepada koalisi.
Baca juga: Kronologi Remaja 17 Tahun di Pasangkayu Lari dari Kafe Karaoke Usai Dipaksa Oknum Polisi Minum Miras
Baca juga: Dua Pemuda Curi Ubi di Pasar Campalagian Polman,Polisi Kejar Pelaku
"Dua partai sudah mengusulkan nama yaitu Nasdem kalau tidak salah ketuanya yang diajukan Dirga Singkarru kemudian PKS yaitu Jalaluddin Syam," ujar SDK saat ditemui di Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (23/4/2026)..
Alasan Demokrat Belum Mengusulkan Nama
Meski Nasdem dan PKS telah melangkah, Partai Demokrat hingga kini terpantau belum menyodorkan nama secara resmi.
SDK menjelaskan pihaknya masih menunggu prosedur administrasi kenegaraan terkait pemberhentian pejabat sebelumnya dari pemerintah pusat.
"Demokrat belum, kenapa Demokrat? karena apa ya belum turun Keppres tentang pemberhentian wagub Sulbar. Kalau sudah turun itu mungkin Demokrat akan melakukan juga rapat pleno siapa yang akan diajukan, karena itu akan kita masing-masing bawa ke Jakarta,
karena yang akan rekomendasi adalah DPP," jelasnya.
Muncul Nama Istri Almarhum dan Syamsul Samad
Walaupun belum menggelar rapat pleno resmi, SDK tidak menampik aspirasi internal mulai mengarah pada dua figur tertentu.
Nama istri almarhum Wakil Gubernur dan kader internal Demokrat kini tengah menjadi perbincangan hangat di struktural partai.
"Keinginan ada dua, satu istrinya Almarhum wagub Sulbar Fatmawati Salim dan satu Syamsul Samad, kira-kira itu yang wacana di Demokrat apakah nanti itu nanti yang diputus ke Demokrat, wallaualam karena bukan saya sendiri yang mengambil keputusan tapi wacana itu ada di internal Demokrat," ungkap mantan Bupati Mamuju dua periode itu.
Terkait munculnya nama Fatmawati Salim, SDK memberikan penegasan mengenai posisi partai terhadap sosok yang dianggap memiliki kedekatan emosional dan historis dengan perjuangan mereka.
"Walaupun istrinya Almarhum itu bukan kader tapi kita hargai, kita hargai sebagai seperjuangan kemarin. olehnya itu salah satu yang akan mungkin diajukan dua, jadi dua yang diajukan, kemungkinan besar begitu," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi