TRIBUNNEWS.COM - Timnas Prancis kembali menatap panggung tertinggi sepak bola dengan ambisi besar di Piala Dunia 2026. Sebagai salah satu kekuatan dominan dalam satu dekade terakhir, Les Bleus datang dengan status favorit berkat kedalaman skuad dan perpaduan pemain berpengalaman serta talenta muda.
Tim berjuluk Les Bleus tersebut lolos ke putaran final melalui jalur kualifikasi zona Eropa. Tergabung dalam Grup D bersama Islandia, Ukraina, dan Azerbaijan, Prancis melaju tanpa hambatan berarti.
Sementara di putaran final Piala Dunia 2026, Prancis akan bersaing di Grup I bersama Senegal, Norwegia, dan Irak.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-17 sepanjang sejarah dan kedelapan secara beruntun bagi Prancis, menegaskan konsistensi mereka di level tertinggi.
Secara historis, Prancis juga memiliki rekam jejak impresif di ajang ini. Mereka sukses meraih gelar juara pada 1998 saat menjadi tuan rumah, serta kembali mengangkat trofi pada 2018 di Rusia.
Pada edisi terakhir di Qatar 2022, tim asuhan Didier Deschamps nyaris mempertahankan gelar, sebelum akhirnya kalah dramatis di final melawan Argentina.
Didier Deschamps tetap menjadi nakhoda utama Timnas Prancis.
Pelatih yang telah memenangkan Piala Dunia baik sebagai pemain maupun pelatih ini dikenal dengan pendekatan pragmatis namun efektif.
Deschamps mampu membangun budaya pemenang serta menjaga stabilitas di ruang ganti menjadi faktor krusial bagi tim bertabur bintang seperti Prancis.
Baca juga: Piala Dunia 2026 - Dari Teror Kartel ke Insiden Penembakan, Keamanan Meksiko Dipertanyakan
Sebagai pemain, Deschamps merupakan gelandang bertahan yang sangat sukses. Ia pernah meraih gelar Liga Champions bersama Olympique de Marseille dan Juventus, serta mengangkat trofi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Prancis.
Karier kepelatihannya dimulai bersama AS Monaco, kemudian berlanjut ke Juventus dan Marseille, sebelum akhirnya menangani Timnas Prancis pada 2012.
Di bawah kepemimpinannya, Deschamps membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018, serta mencapai final Euro 2016 dan Piala Dunia 2022, menegaskan perannya sebagai sosok kunci dalam era keemasan Les Bleus dalam satu dekade terakhir.
Sayangnnya, Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi ajang terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis.\
"Saya sudah di sini sejak 2012 dan akan bertahan hingga 2026 dan Piala Dunia berikutnya. Tapi itu akan berakhir di sana karena harus," ucap Deschamps, dikutip dari TF1.
"Dalam pikiran saya, itu jelas. 2026, itu baik-baik saja," imbuhnya.
Deschamps menegaskan bahwa ia tidak mempertimbangkan kemungkinan memperpanjang masa jabatannya lebih lama dari tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru, Timnas Prancis memiliki komposisi skuad yang sangat kompetitif di semua lini.
Prancis dikenal tak pernah kehabisan talenta. Untuk edisi Piala Dunia 2026, sorotan tertuju pada Michael Olise dan Ousmane Dembele yang akan menopang ketajaman Kylian Mbappe di lini depan.
Banyaknya opsi membuat pemain sekelas Marcus Thuram pun kerap memulai laga dari bangku cadangan, seperti yang terjadi pada fase kualifikasi.
Dari segi taktik, Didier Deschamps kemungkinan tetap mengandalkan formasi fleksibel 4-3-3 atau 4-2-3-1, dengan mengoptimalkan transisi cepat lewat sisi sayap. Pergerakan lincah Dembele dan Olise menjadi kunci dalam menyuplai bola kepada Mbappe
Mengacu pada data Transfermarkt, nilai skuad Prancis mencapai sekitar Rp23,6 triliun, dengan Mbappe sebagai pemain termahal bernilai Rp3,4 triliun.
Dengan kedalaman dan kualitas skuad tersebut, Prancis pun menjadi salah satu favorit juara. Bahkan menurut data Opta, Les Bleus berada di urutan kedua kandidat terkuat untuk memenangkan Piala Dunia 2026.
Prancis memiliki persentase juara sebesar 14 persen. Sementara Spanyol menjadi yang terdepat dengan 17 persen.
#Skuad Prancis edisi FIFA Matchday Maret 2026
(Tribunnews.com/Ali)