Keseluruhan Rangkaian Tea Ceremony Tersebut Paling Tepat Dikategorikan Sebagai Metode, Modul 3.7
Rizka Pratiwi Utami April 23, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM - Simak kunci jawaban Modul 3.7 materi Cinta Allah dan Rasul-Nya Bagian 7 dalam Pelatihan Pintar Kemenag yang berfokus pada implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Penyajian kunci jawaban ini bertujuan untuk membantu Bapak/Ibu guru dalam mendalami materi pelatihan serta memahami kaitan antara nilai-nilai spiritual dengan praktik pendidikan di madrasah.

Baca juga: Madrasah Merancang Program Penanaman Pohon Sebagai Bagian Dari Penguatan Karakter Murid, Modul 3.7

3. Keseluruhan rangkaian tea ceremony tersebut paling tepat dikategorikan sebagai metode pembelajaran…

A. Eksperimen ilmiah berbasis observasi langsung

B. Reflektif-eksperiensial yang mengintegrasikan kognitif dan afektif

C. Demonstratif berbasis keterampilan teknis penyajian minuman

D.Ekspositori berbasis ceramah naratif

Jawaban : B

Pembahasan Jawaban:

Rangkaian tea ceremony tidak sekadar aktivitas praktik biasa, tetapi mengandung pengalaman langsung yang melibatkan perasaan, kesadaran, dan pemaknaan nilai.

Dalam proses ini, peserta didik tidak hanya belajar secara kognitif (pengetahuan tentang prosedur atau makna), tetapi juga secara afektif (sikap, rasa, dan penghayatan).

Metode reflektif-eksperiensial menekankan pengalaman nyata yang kemudian diolah melalui refleksi, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam. Inilah yang sejalan dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta, di mana pembelajaran harus menyentuh hati, bukan hanya pikiran.

Sementara itu:

Opsi A hanya menekankan aspek observasi ilmiah, kurang menyentuh nilai reflektif.

Opsi C berfokus pada keterampilan teknis, bukan makna atau pengalaman batin.

Opsi D hanya berupa penyampaian materi satu arah tanpa keterlibatan aktif peserta didik.

Makna Pendidikan dalam Konteks Ini:

Pembelajaran dirancang untuk memberi pengalaman yang bermakna, bukan sekadar teori.

Siswa diajak merasakan, memahami, dan merefleksikan nilai dalam setiap kegiatan.

Integrasi aspek kognitif dan afektif membantu membentuk karakter yang lebih utuh.

Dengan demikian, metode ini mendukung pembelajaran yang lebih holistik dan selaras dengan nilai-nilai dalam Kurikulum Berbasis Cinta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.