Diduga Preman Peras Rp 500 Ribu Pengemudi Mobil di Kranji Bekasi dengan Modus Kecelakaan Palsu
Joseph Wesly April 23, 2026 01:50 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI BARAT- Aksi dugaan pemerasan dengan modus kecelakaan palsu terjadi di kawasan bawah flyover Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Seorang wanita bernama Novita mengaku menjadi korban saat melintasi lokasi dengan menggunakan mobil bermerk Kijang Innova bersama keluarganya pada Rabu (22/4/2026) sekira pukul 20.00 WIB. 

Saat dugaan peristiwa tersebut berlangsung, kondisi jalan tengah padat dan kendaraan dalam keadaan berhenti.

“Saya dan keluarga saya kena modus, kondisi jalan lagi padet macet, terus tiba-tiba si pelaku bilang kakinya kelindes ban mobil kami, padahal dia dari arah belakang naik motor dan posisi mobil kami diam belum jalan,” kata Novita saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Novita menjelaskan, terduga pelaku juga sempat merusak spion mobilnya bagian kanan hingga menendang pintu sisi sopir.

Dugaan perusakan itu dilakukan terduga pelaku saat meminta suami Novita bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Mobil kami penyok saking kencengnya ditendang dia, dan kaca spion mobil di rusak, suami saya awalnya minta maaf buka kaca, dan buka pintu mobil berniat ngomong baik-baik, tapi si pelaku malah kayak mau nonjok gitu, akhirnya suami saya tutup langsung pintu mobil dan kaca,” jelasnya.

Novita menuturkan, terduga pelaku yang diduga berjumlah seorang diri meminta ganti rugi kepada pihaknya imbas mengaku kaki terlindas ban mobil yang dikemudikan.

Suami Novita pun merespon keinginan terduga pelaku dengan membuka kaca lalu menawarkan pengobatan ke Rumah Sakit (RS), hanya saja yang bersangkutan justru menolaknya.

"Kami mau bawa si pelaku ke RS tapi tidak mau, malah dia minta ganti rugi Rp 1 juta katanya, nah dari situ ayah sama suami saya udah sadar kalau ini modus," tuturnya.

Novita menyampaikan, usai komunikasi berjalan alot, situasi justru sempat mendadak mencekam ketika terduga pelaku mulai bersikap agresif.

Terlebih ia semakin khawatir lantaran di mobil terdapat dua anak bayi.

“Di mobil ada suami, ayah saya, ibu, dan dua anak saya, satu bayi dan umur 5 tahun, kami semya panik, anak saya nangis kejer karna si pelaku itu nendang mobil sampai goyang,” ucapnya.

Tak lama kemudian, Novita menegaskan sejumlah orang yang melintas di lokasi kejadian sempat mengerubungi mobilnya.

Lalu ada seorang yang meminta agar kendaraan Novita untuk menepi guna menyelesaikan persoalan tersebut.

“Khawatir pelaku bawa senjata tajam, akhirnya ketemu jalan tentah dengan transfer Rp 500 ribu ke pelaku dengan rekening Seabank atas nama Unggun Adventto Saragih," tegasnya.

Berdasarkan pencarian, diduga identitas yang serupa nama itu tengah terikat dengan sebuah kasus kriminal serupa.

"Pas dicek di website Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, memang si atas nama Unggun itu udah dua kali kasus. Tapi tidak kapok," ujarnya.

Hingga kini, Novita mengungkapkan belum melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

Namun ia berharap kejadian yang dialaminya dapat menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus serupa di jalanan, khususnya di wilayah Bekasi.

"Saya belum laporan ke polisi, dan saya harap tidak ada lagi kasus ini," pungkasnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.