Jelang Revitalisasi Rp24,35 Miliar, Pasar Baru Tuban Malah Terbakar, Penyebab Masih Misterius
Wiwit Purwanto April 23, 2026 01:50 PM

 

SURYA.CO.ID TUBAN - Kebakaran hebat melanda Pasar Baru Tuban yang berada di Jalan Gajah Mada, Kabupaten Tuban. Dalam peristiwa tersebut, puluhan kios dan los milik pedagang hangus terbakar, Kamis (23/4/2026) dini hari.

Namun, sebelum kejadian kebakaran, ternyata Pemerintah Kabupaten Tuban telah merencanakan revitalisasi Pasar Baru dengan anggaran cukup besar, mencapai Rp 24,35 miliar yang bersumber dari APBD 2026.

Berdasarkan data pada laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), proyek tersebut berada di bawah Satuan Kerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Tuban.

Untuk nama paket yaitu Pengadaan Biaya Fisik Konstruksi Revitalisasi Pasar Baru Sub Keg. Penyediaan Sarana Distribusi Perdagangan. 

Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran Pasar Baru Tuban, Pedagang Panik Selamatkan Barang Dagangannya

Sedangkan untuk spesifikasi pengerjaan yaitu satu lantai dengan luas bangunan sekitar 500 meter persegi, dengan jadwal pelaksanaan kontrak mulai April hingga Desember 2026.

Penyebab Kebakaran Masih Tunggu Hasil Laboratorium Forensik

Terkait penyebab kebakaran, saat ini pihak kepolisian masih belum bisa memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

Menurut Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, pihaknya masih menunggu hasil dari laboratorium forensik serta tim identifikasi dari Polda Jawa Timur.

“Kami masih menunggu dari laboratorium forensik serta identifikasi dari Polda Jawa Timur yang saat ini masih dalam perjalanan. Setelah proses olah TKP selesai, kami akan menyampaikan penyebab awal kebakaran secara pasti, termasuk bagaimana api bisa muncul,” ujarnya.

Baca juga: Mitigasi Bencana Antisipasi Kebakaran Hutan di Kawasan Tahura R Soerjo Mojokerto

Ia menambahkan, untuk sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sedangkan untuk, kerugian material masih dalam proses pendataan.

“Tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky yang turut mengunjungi lokasi menyebut total terdapat 41 kios dan los yang terdampak kebakaran, yang dimiliki oleh sekitar 15 pedagang.

“Total dari los dan kios ada 41 unit dan itu dimiliki oleh 15 orang,” ujaranya.

Untuk penyebab kebakaran, Pemerintah Kabupaten Tuban juga belum bisa memastikan, sebab pihaknya juga akan menunggu proses olah TKP dari pihak kepolisian.

“Insya Allah tidak akan lama. Setelah olah TKP selesai, kami akan melakukan pembersihan area dan menempatkan kembali pedagang agar bisa kembali mencari rezeki,” imbuhnya.

Terkait kerugian, estimasi awal perhitungan Pemerintah Kabupaten Tuban mencapai sekitar Rp200 juta, dengan asumsi rata-rata kerugian Rp5 juta per kios. 

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena belum dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap para pedagang.

“Dipastikan tidak ada korban jiwa, namun ada kerugian material yang masih membutuhkan waktu untuk dihitung lebih detail,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.