Pemprov Kalteng Siapkan 2.000 SDM Pertanian Lewat Vokasi D1, Dibiayai APBD dan Dana Bagi Hasil Sawit
Sri Mariati April 23, 2026 01:51 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atau Pemprov Kalteng, meluncurkan program pendidikan vokasi D1 sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia di sektor pertanian, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga terampil, khususnya dalam pengolahan di bidang pertanian.

“Program pendidikan D1 vokasi sarjana ini dalam rangka kita menjawab tantangan, terutama berkenaan dengan program ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Bapak Presiden untuk Kalimantan Tengah,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menyebut, program tersebut akan memiliki beberapa jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), pascapanen, dan agroforestri.

“Rencananya nanti akan ada per jurusan, seperti alsintan, pasca pertanian, dan agroforestri,” katanya.

Menurutnya, program ini juga diharapkan dapat mendorong minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian yang selama ini kurang diminati.

“Supaya ada semacam gerakan dari anak-anak muda yang memiliki kemampuan di bidang pertanian, sehingga mereka bisa menggerakkan,” ucapnya.

Edy menambahkan, para peserta nantinya juga akan dilibatkan dalam kegiatan lapangan, termasuk bergabung dalam program Brigade Pangan.

“Mereka nanti bisa gabung di Brigade Pangan, kerja di lapangan, dan mendapatkan honor,” jelasnya.

Program vokasi D1 ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) dan ditargetkan diikuti sekitar 2.000 mahasiswa.

Ia menekankan, lulusan program ini diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi juga mampu membuka peluang usaha di sektor pertanian.

“Tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai negeri, tapi juga harus mampu menjadi entrepreneur di bidang pertanian, dari hulu sampai hilir,” tambahnya.

Terkait anggaran, Edy menyebut pendanaan program berasal dari APBD serta dana bagi hasil sektor sumber daya alam. Namun, untuk angka pasti masih akan dirinci lebih lanjut.

“Nanti yang lengkapnya, tapi yang jelas pendidikannya sudah masuk. Dananya dari APBD, ditambah dari dana bagi hasil seperti DBH DR dan sawit,” katanya.

Baca juga: Program Vokasi D1 Diluncurkan, 2.000 Anak Kalteng Disiapkan jadi Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Baca juga: Vokasi D1 Pertanian, UMPR Bakal Padukan Teori dan Praktik Langsung di Lokasi Cetak Sawah di Kalteng

Pelaksanaan program ini melibatkan Dinas Pendidikan dan akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait, seperti Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP).

Edy menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengelola potensi alam Kalimantan Tengah.

“Potensi sumber daya alam kita luar biasa, tapi perlu didukung oleh SDM yang memiliki kemampuan untuk mengelolanya,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.