Awal Mula Oki Setiana Dewi Bongkar Isu Pelecehan Syekh Almad Al Misry, jadi Saksi: Korban Laki-laki
ninda iswara April 23, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan tindak asusila berupa pelecehan seksual sesama jenis yang menyeret nama pendakwah Syekh Ahmad Al Misry alias SAM hingga kini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik.

Di tengah perkembangan tersebut, muncul fakta baru yang turut menyeret peran aktris sekaligus pendakwah, Oki Setiana Dewi.

Ia disebut sebagai salah satu sosok penting yang membantu mengungkap dugaan kasus pelecehan terhadap para santri yang terjadi di Mesir.

Perwakilan pihak korban, Habib Mahdi, menjelaskan bahwa keterlibatan Oki bukan sekadar kebetulan.

Ia bahkan menjadi saksi dalam laporan yang diajukan ke Bareskrim.

"Ustazah Oki jadi saksi (atas laporan di Bareskrim). Karena kasus di Mesir dia yang ngungkap," terang Habib Mahdi, dikutip dari YouTube Seleb Oncam News, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Habib Mahdi menguraikan kronologi kejadian yang disebut berlangsung di Mesir pada tahun 2025.

Baca juga: Bongkar Dugaan Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Oki Setiana Dewi Diteror, Alamat di Mesir Dicari

Peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang.

"Kasus yang di Mesir ini kejadiannya pada Minggu terakhir bulan Agustus sampai dengan minggu pertama bulan September. Artinya, 14 hari," tandasnya.

"Selama 14 hari ini, kejadian itu 11 hari berturut-turut di tahun 2025," lanjut Habib Mahdi.

Awal mula terungkapnya kasus ini bermula dari upaya keluarga korban untuk mencari bantuan.

Saat itu, kakak korban diketahui memiliki keterkaitan dengan Oki Setiana Dewi melalui program pendidikan.

"Nah, terungkap sama Ustazah Oki kebetulan kakaknya si korban itu mendapatkan beasiswa Ustazah Oki ya. Diperbantukan di sekolahannya Ustazah Oki. Nah, si kakaknya ini tidak bisa langsung komunikasi sama Ustazah Oki, minta tolong sama orang lain."

"Orang lainnya ini minta izin kepada Ustazah Oki untuk memberikan nomornya pada si kakak. Si kakak ini akhirnya komunikasi sama Ustazah Oki, menanyakan peristiwa itu pada si korban," tambahnya.

Dalam proses tersebut, korban awalnya memilih untuk tidak terbuka.

Namun seiring waktu, ia akhirnya mulai menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya kepada istri Ory Vitrio Abdullah tersebut.

"Si korban saat itu tidak mengungkap 100 persen, tapi adanya pelecehan itu terungkap," tegasnya.

Diakui oleh korban, selama 11 hari dia terus menerima pelecehan dari SAM.

"Setelah pulang ke Indonesia, saya ketemuin si korban. Saya ajak bicara ternyata 11 hari. Dan si korban yang di Mesir ini umurnya sekarang baru 17 tahun. Waktu kejadian itu umur 16, berangkat itu umur 15," bebernya lagi.

Dalam kasus ini, Habib Mahdi turut menekankan bahwa keseluruhan korban adalah laki-laki.

"Dan itu rata-rata korbannya laki-laki semua," pungkasnya.

Bantahan Syekh Ahmad Al Misry

Syekh Ahmad Al Misry alias SAM akhirnya muncul dan menanggapi tuduhan dugaan tindak pelecehan seksual menyimpang yang ia lakukan terhadap sejumlah santri.

Dia membantah tegas tudingan yang dilayangkan padanya.

Syekh asal Mesir itu mengeklaim dirinya memiliki bukti telah difitnah.

"Tuduhan pelecehan kepada santri, itu tidak benar adanya. Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya, sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang dan juga ada saksi-saksinya," jelasnya, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (23/4/2026).

Dia juga menyayangkan nama Nabi Muhammad SAW yang disebut dalam kasus ini.

"Tuduhan fitnah yang sangat kejam yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim adalah fitnah terhadap Rasulullah SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Nauzubillah," tandasnya.

"Itu adalah dusta dan fitnah yang sangat kejam yang melukai hati kita sebagai muslim," tegasnya.

Syekh Ahmad bersumpah tak pernah melakukan fitnah yang dituduhkan.

"Demi Allah, saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian. Dan ini adalah fitnah yang sangat kejam yang disebarluaskan di banyak medsos," katanya bersumpah.

Lebih lanjut, ia meminta pihak-pihak terkait untuk berbicara dengannya.

"Orang-orang itu tidak pernah berjumpa dengan saya, berkomunikasi lewat WA juga tidak pernah. Disayangkan banyak dai-dai yang menyebarluaskan fitnah tanpa tabayun kepada saya," sesalnya.

Di akhir kalimatnya, Syekh Ahmad meminta sesama muslim harus berhati-hati menyampaikan informasi.

"Para jemaah yang dimuliakan Allah SWT, seluruh kaum muslimin muslimat, kita harus berhati-hati ketika kita menyampaikan suatu informasi," pungkasnya.

Baca juga: Peran Oki Setiana Dewi Bongkar Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Sudah Lama Tahu Perbuatan Menyimpang?

SATRI ALAMI PELECEHAN - Syekh Ahmad Al-Misry terseret kasus pelecehan terhadap santri laki-laki, pelaku diduga menggunakan narasi keagamaan untuk membenarkan perilaku yang tidak pantas.
SATRI ALAMI PELECEHAN - Syekh Ahmad Al-Misry terseret kasus pelecehan terhadap santri laki-laki, pelaku diduga menggunakan narasi keagamaan untuk membenarkan perilaku yang tidak pantas. (RCTI)

Modus Syekh Ahmad Diduga Lakukan Pelecehan

Modus yang digunakan SAM, dikatakan perwakilan para korban, Habib Mahdi, turut membawa-bawa nama Nabi Muhammad SAW.

"Saya buka, ada satu video yang singkat ya. Kurang lebih durasinya 9 detik. Itu kalimat bahwa 'Syekh, kenapa demikian'. Lalu si Syekh itu mengatakan, 'enggak apa-apa kok, Nabi Muhammad dengan Sayyidina Ali pun melakukan hal yang seperti itu' gitu," terang Habib Mahdi, dikutip dari YouTube Seleb On Cam News, Kamis (23/4/2026).

Habib Mahdi kemudian membuka video lain yang ia terima.

"Saya cari video yang berkaitan dengan orang tersebut. Ada muka, ada baju yang sama, saya buka. Saya dengerin dari awal sampai akhir. 'Loh ini apa ini, kok gitu? Kok ho**se****al, kok pelecehan yang ada di luar nalar saya. Laki sama lelaki'," ucapnya lagi.

Dikatakan Habib Mahdi, antara satu korban dengan korban lainnya tak saling mengenal.

"Antara korban di video ini dengan di video itu tak saling kenal. Lokasinya juga berbeda. Jadi, dua orang ini tidak saling kenal," imbuhnya.

Ia lantas mengurai modus lain yang digunakan SAM merayu korban.

"Lalu saya tanya, apa kok sampai Anda mau melakukan seperti itu. Pertama kejadiannya di Purbalingga. Si korban berusia 15 tahun. Saat itu Syekh Ahmad sedang berdakwah di sana," tuturnya.

"Kebetulan bertamu di pondok pesantren pamannya si korban ya. Sebagai tamu, minta ditemenin. Setelah ditemenin ngobrol-ngobrol ditawarin, mau enggak saya berangkatin ke Mesir menjadi hafiz Alquran. Nanti kalau ke sana memiliki sanad," jelas Habib Mahdi lagi.

Habib Mahdi menjelaskan, sanad merupakan sesuatu pencapaian yang luar biasa bagi penghafal Alquran.

"Otomatis dia mau, iming-iming agama ya. Setelah mau, 'Oke setelah ngobrol semua, kamu benar mau, yakin? Ya udah saya cek fisik'," tambah Habib Mahdi menirukan ucapan SAM.

"Namanya anak umur 15 tahun, enggak pernah ke luar negeri suruh cek fisik. Apa cek fisiknya? Buka baju, buka baju begini, mau lihat ada tatonya enggak, ada cacat enggak, dan sebagainya," seloroh Habib Mahdi.

Korban sempat menolak ketika diminta membuka celananya.

"Tanya suruh buka celananya. Tadinya enggak mau. Termasuk mohon maaf, alatnya dipegang ya. Sudah kejadian, korban diberangkatin karena janjinya," lanjut Habib Misri.

Korban kembali menerima perlakuan penyimpangan lainnya saat menginap di rumah SAM.

"Waktu di Jakarta, rumahnya si Ahmad Misry ini itu korban yang sama juga dilu*ut bibirnya karena katanya supaya fasih," jelasnya.

Dia menyayangkan aksi SAM melecehkan santri-santri di bawah umur itu.

"Saya sembilan tahun di Arab, enggak pernah dilu*ut gitu sama guru saya," tutupnya.

Hingga saat ini, kasus ini masih bergulir di Bareskrim Polri. 

Syekh Ahmad Al Misry juga mengaku telah diperiksa secara online dengan status sebagai saksi.

(TribunTrends/Tribunnews/Salma)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.