Momen Warga Lalonona Konawe Makan Bekal Usai Unjuk Rasa di DPRD Sultra, Wabup Janji Nonaktif Kades
Amelda Devi Indriyani April 23, 2026 03:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Momen warga Desa Lalonona, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe makan bekal di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ratusan warga Desa Lalonona berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sultra, Kamis (23/4/2026) sekira pukul 10.30 Wita.

Lokasinya di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Dari Desa Lalonona, jarak kantor DPRD sekira 49,1 kilometer atau 1 jam 9 menit berkendara.

Aksi demontrasi ini bertepatan dengan Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke 62 Sultra yang diikuti kepala daerah.

Para demonstran menuntut agar oknum kepala desa (kades) segera dicopot karena dinilai tak adil dan tidak transparan.

Seorang warga bilang, aksi unjuk rasa tersebut bukan pertama kalinya.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa di DPRD Sulawesi Tenggara, Massa Bawa 5 Tuntutan, Respons Ketua Legislatif Sultra

Mereka bahkan sudah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) sekitar pertengahan Maret 2026 di Kantor DPRD Sultra.

Akan tetapi, tuntutan mereka berupa pencopotan kepala desa hanya janji belaka oleh pemerintah kabupaten.

"Waktu RDP hadir semua, ada inspektorat juga, katanya mau diperiksa tapi sampai sekarang tidak ada hasilnya," kata warga.

Oleh karena itu, mereka kembali berunjuk rasa di Kantor DPRD Sultra dengan tuntutan yang sama.

Aksi demontrasi berakhir pada sekira pukul 12.00 Wita dan ditemui langsung oleh Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim.

Dia menyebutkan, oknum Kepala Desa Lalonona segera dinonaktifkan.

"Proses administrasinya sementara berjalan untuk penonaktifan sementara dari tugas-tugas sebagai kepala desa," ujarnya.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Nelayan Tolak Pembangunan Fasilitas Wisata di Pantai Lakeba Baubau Sulawesi Tenggara

Setelah mendapat respons dari Wakil Bupati Konawe, para warga pun duduk lesehan sambil makan bekal.

Makanan yang dibawa antara lain nasi putih, burasa, serta lauk seperti ayam dan ikan goreng hingga telur puyuh balado.

Warga bilang, mereka memang sudah menyiapkan bekal sebelum berangkat dari Desa Lalonona.

"Bikin sendiri, berangkat rame-rame tadi jam 8 naik mobil," jelas sejumlah warga kepada TribunnewsSultra.com.

Mereka berharap, tuntutan mereka kali ini dapat dilaksanakan oleh pemerintah. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.