TRIBUNSTYLE.COM - Brigjen Raziman Tarigan meninggal dunia jadi korban tabrak lari, ini profilnya.
Brigjen Raziman menjadi korban tabrak lari di Jalan Melati Raya, Kota Medan, Sumatera Utara pada Sabtu (19/4/2026).
Ia saat itu tengah mengendarai motor ATV melaju ke arah Simpang Pemda menuju kediamannya di Pusat Latihan Renang Primbana, Jalan Melati Raya.
Seorang saksi bernama Joko (45) menyebut tiba-tiba saja terdengar suara dentuman keras.
"Tiba-tiba, ada suara dentuman keras," kata Joko saat diwawancarai di lokasi, Rabu (22/4/2026).
Joko lantas mengecek ke sumber suara dan menemui Raziuman sudah tergeletak dengan kepala berdarah.
Motor Raziman jenis ATV terbalik dan gorengan yang dibawa berserakan di jalan.
Baca juga: 5 Fakta Insiden Nadya Almira Terlibat Tabrak Lari 13 Tahun Lalu , Korban Lumpuh, Tak Sanggup Biayai
"Dia sudah enggak sadarkan diri," ucap Joko.
Joko bersama pedagang lainnya lekas membantu mengangkat tubuh Raziman ke pinggir jalan sembari memperbaiki posisi kendaraan Raziman yang terbalik.
Bertepatan dengan itu, dia sekilas melihat ada pengendara motor yang diduga menabrak Raziman buru-buru pergi dari lokasi.
Dia bersama pedagang sekitar sempat mengejar, tetapi gagal.
Melihat kondisi Raziman memprihatinkan, ia berupaya menghubungi keluarga serta pekerja Raziman.
Tak lama, Raziman dibawa keluarganya menggunakan mobil ke Rumah Sakit Royal Prima.
Nahasnya, nyawa Raziman tak terselamatkan.
Joko mengaku sering berinteraksi dengan Raziman, terutama saat korban membeli bahan bakar untuk kendaraan ATV miliknya.
Sepengetahuannya, Raziman memang rutin keluar dari tempat usahanya yang berada tak jauh dari lokasi kecelakaan pada sore hari.
"Memang sering bapak itu keluar sore-sore cari angin, beli gorengan. Di situ pun saya lihat gorengannya berserakan," ucap Joko.
Sesaat setelah kecelakaan, Raziman sempat mendapat perawatan di RS Royal Prima.
Baca juga: Jaksa Tegaskan Tuntutan 3,5 Tahun Penjara untuk Kim Ho Joong dalam Kasus Tabrak Lari DUI
Namun, nyawa tak bisa diselamatkan dan menghembuskan napas terakhir di rumah sakit pada Minggu, 19 April 2026, pukul 13.50 WIB.
Raziman merupakan lulusan Akpol tahun 1974.
Dalam perjalanan kariernya, Raziman menduduki sejumlah jabatan strategis.
Di antaranya Wakil Kepala Polrestabes Medan, Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Kepala Pusat Provos Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri, hingga Wakil Kepala Polda Metro Jaya.
Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sri Lestari Widodo mengaku hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kecelakaan tersebut.
"Masih kita dalami ya," ujar Widodo, Rabu (22/4/2026).
Menurut Widodo, sejauh ini pihaknya telah melakukan sejumlah tahapan penyelidikan mulai dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan juga memeriksa rekaman CCTV di seputar lokasi kejadian.
"Untuk meyakinkan, nanti kita urut lagi, masih-masih nyari CCTV-CCTV yang lain, yang mendekati lokasi terjadinya kecelakaan," katanya.
Polisi pun belum mengetahui kronologi persis kejadian yang menewaskan Raziman.
Berdasarkan informasi Raziman bersama kendaraan ATV melaju dari arah Simpang Selayang menuju ke Ringroad.
Namun, tak jauh dari tempat tinggalnya, Raziman mengalami kecelakaan.
"Pada saat kecelakaan itu, tidak diketahui apakah beliau ini mutar, apakah sepeda motornya yang mutar, ATV itu kan rodanya empat," katanya.
Baca juga: Bak Film Action, Viral Aksi Polisi Kejar-kejaran dengan Mobil Brio Pelaku Tabrak Lari di Pekalongan
"Kalau dari sudut ketahanan, ATV ini kan enggak perlu turun kaki karena sudah roda empat. Artinya, secara potensi yang lebih condong untuk jatuh itukan sepeda motor, makanya ini kami dalami, kok bisa beliau jatuh."
"Mau kita dalami juga posisinya, itu apakah masih di atas beliau yang jatuh, kita belum tahu," lanjut Widodo.
Jenazah Raziman dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (22/4/2026).
Korban diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Melati Raya nomor 55, Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Medan Sumatera Utara.
Pemberangkatan jenazah dipimpin Irjen Pol (Purn) Robert Aritonang dan pemakaman dipimpin Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Sonny Irawan.
Dalam pemakaman sejumlah pejabat kepolisian di lingkungan Polda Sumut hadir. (Tribun Style/Bangka Pos)