Bukan Lagi Eksperimen, Sistem Kuliah Digital Kini Cetak Lulusan Nyata
Dodi Hasanuddin April 23, 2026 06:22 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Konsep pendidikan berbasis digital atau “kuliah di awan” yang selama ini dianggap futuristik kini kian terbukti nyata.

Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) resmi mewisuda 56 lulusan program sarjana dalam prosesi yang digelar di Auditorium BKKBN, Rabu (22/4/2026) malam.

Para wisudawan berasal dari empat program studi, yakni Bisnis Digital, Informatika, Komunikasi Digital, dan Sains Data.

Baca juga: Hadiri Wisuda UI, Menkeu Purbaya Minta Lulusan Hormati Orang Tua

Momen ini sekaligus menjadi penegasan bahwa sistem pembelajaran digital yang diusung UICI tidak hanya sebatas konsep, tetapi telah menghasilkan lulusan nyata dari berbagai daerah di Indonesia.

Rektor UICI, Prof. Asep Saefuddin, menegaskan prosesi wisuda tahun ini dilaksanakan secara hybrid, sehingga mahasiswa dari berbagai wilayah tetap dapat mengikuti momen penting tersebut tanpa terbatas ruang dan waktu.

“UICI akan terus hadir untuk memperluas akses pendidikan di Indonesia, tidak saja di kota-kota besar tetapi juga hingga ke pelosok pedesaan,” kata Asep.

Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, wisuda ini juga mencerminkan komitmen UICI dalam membuka akses pendidikan yang inklusif.

Baca juga: Dimeriahkan Penampilan Band Nidji, Ini Pesan Rektor UMB saat Gelar Wisuda Tahun Akademik 2025/2026

Bahkan, lanjut dia, lebih dari separuh lulusan merupakan penerima beasiswa dari berbagai lembaga dan mitra, seperti Sevima, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Komunitas Yakusa, Kesultanan Banjar, Pemerintah Daerah Buton, hingga Baznas Bazis DKI Jakarta.

“Atas dukungan tersebut, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam mendukung pendidikan para mahasiswa UICI,” jelas Asep.

Dia juga berpesan kepada para lulusan untuk menjaga integritas serta terus mengembangkan diri di tengah dinamika masa depan.

“Kepada para wisudawan dan wisudawati, selamat atas capaian yang telah diraih. Bawalah ilmu ini dengan penuh tanggung jawab, jalani masa depan dengan keyakinan, tetap rendah hati, dan teruslah belajar,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menilai UICI sebagai kampus dengan pendekatan berbeda dibanding perguruan tinggi konvensional.

“Ini universitas ‘agak lain’. Satu, kuliahnya ‘agak lain’, tidak seperti kampus yang lain,” ujarnya.

Baca juga: Aira Yudhoyono Hadiri Wisuda Taruna TNI, Ternyata Khusus Menyemangati Rizky Bantayan

Wihaji juga menyoroti konsep wisuda malam hari yang dinilai unik dan mencerminkan fleksibilitas sistem pendidikan yang ditawarkan.

“Tapi insya Allah yang agak lain inilah yang nanti akan menentukan masa depan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI, Hamdan Zoelva, menilai wisuda ini sebagai indikator penting keberlanjutan kampus digital tersebut.

“Wisuda kedua ini tidak sekadar kita meluluskan sarjana UICI angkatan kedua, tetapi ini juga menandakan UICI memastikan diri tumbuh dan berkembang dan secara konsisten terus berjalan,” ujarnya.

Lulusan Terbaik

Dalam prosesi tersebut, UICI juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik.

Dewi Nirmalasari meraih predikat terbaik Program Studi Bisnis Digital dengan IPK 3,89, Eko Hariadi dari Komunikasi Digital dengan IPK 3,78.

Kemudian Tania Vergawita dari Sains Data dengan IPK 3,85, serta Asep Dera Purnama dari Informatika dengan IPK 3,71.

Sementara itu, penghargaan wisudawan berprestasi diberikan kepada Aisha Fabella dari Program Studi Komunikasi Digital.

Momentum ini semakin menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi berbasis digital di Indonesia bukan lagi wacana, melainkan telah menjadi realitas yang terus berkembang dan menjangkau lebih luas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.