TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Wisata petik melon yang digagas BUMDes Maju Makmur, Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring, Klaten, langsung diserbu pengunjung saat dibuka perdana pada April 2026.
Dalam tiga hari pembukaan 13-15 April 2026 , antusiasme warga dari berbagai daerah meningkat seiring panen perdana melon premium jenis The Blues.
Di dalam greenhouse berukuran 8 x 18 meter itu, ratusan tanaman melon tampak merambat rapi di tali-tali penyangga. Buah-buah melon menggantung dengan ukuran seragam dan sudah siap dipetik.
Pengunjung terlihat berjalan di lorong sempit di antara tanaman, memilih langsung buah yang diinginkan.
Beberapa bahkan mencicipi potongan melon segar yang berwarna oranye cerah.
Ketua BUMDes Maju Makmur Setyo Basuki, mengatakan wisata ini sekaligus menjadi momentum panen perdana.
"Kebetulan modal sudah kembali," jelasnya.
Sebanyak 500 pohon melon ditanam dalam greenhouse tersebut. Varietas The Blues dipilih karena kualitas premium, dengan tekstur renyah dan rasa manis.
Harga jual melon mencapai Rp 30 ribu per kilogram, dengan berat maksimal buah hingga 1,9 kilogram.
Salah satu pengunjung Rahayu (60), mengaku sengaja datang setelah mendapat rekomendasi dari temannya.
Ia mengaku puas dengan rasa melon yang dihasilkan.
"Kemarin juga sudah ngicipi, enak juga, manis, rasanya segar ada krenyesnya," ungkapnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi desa berbasis pertanian bisa menjadi magnet wisata sekaligus sumber ekonomi baru. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)