BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Barat, Markus terlihat menggunakan kendaraan dinas Mitsubishi Pajero Sport warna hitam setiap kali beraktivitas menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.
Ia mengatakan, dengan kenaikan harga BBM non subsidi tentunya berdampak kepada semua sektor.
Termasuk untuk bahan bakar kendaraan operasional di Pemkab Babar yang banyak menggunakan BBM non-subsidi.
"Ini kan kebijakan pusat, kami pemerintah daerah untuk kendaraan operasional, rata-rata memang pakai non subsidi semua. Kami ikuti saja, mau tidak mau," kata Bupati Bangka Barat, Markus kepada Bangkapos.com, Kamis (23/4/2026) di kantor Bupati Babar.
Markus mengatakan mobil dinas yang menggunakan BBM non subsidi dari kendaraan Bupati, Wakil Bupati hingga Sekda. Sementara Kepala OPD di Bangka Barat tidak memiliki fasilitas mobil dinas.
"Kepala OPD tidak ada mobil dinas, jadi banyak penghematan masalah BBM. Kalau kami tidak boleh BBM subsidi, Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda," katanya.
Untuk melakukan penghematan BBM non subsidi, Markus mengatakan sudah berganti-ganti kendaraan saat ini.
"Saya kadang ganti-ganti, kadang Innova kadang Pajero," tutupnya.
Diketahui, harga BBM non-subsidi naik cukup signifikan mulai Sabtu (18/4/2026) kemarin.
Kenaikan ini terutama terjadi pada sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
Mengacu harga BBM terbaru yang dirilis PT Pertamina Patra Niaga, lonjakan harga paling tinggi terjadi pada harga BBM non subsidi terbaru jenis Dexlite dan Pertamina Dex.
Harga BBM Pertamina Dex kini menembus Rp23.900 per liter, naik dari Rp14.500. Sementara Dexlite melonjak menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200.
Pertamax Turbo juga ikut terkerek naik. Kini, harga jualnya mencapai Rp19.400 per liter atau bertambah Rp5.600 dari posisi sebelumnya Rp13.100 per liter.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)