Sinergi Pemprov Sulbar dan Bank BTN, 300 Pelaku UMKM Diberi Pelatihan untuk Naik Kelas
Nurhadi Hasbi April 23, 2026 04:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menutup kegiatan pelatihan UMKM hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Bank BTN Cabang Mamuju, yang digelar di Ballroom Andi Depu, lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 peserta yang merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari enam kabupaten di Sulawesi Barat.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih kompetitif dan mampu berkembang di tengah tantangan ekonomi.

Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka memberikan motivasi kepada para peserta agar terus bersemangat dalam menjalankan usaha.

Baca juga: Pemprov Sulbar dan KPK Perpanjang Kerja Sama, Perkuat Pengelolaan Pengaduan Lewat WBS Terintegrasi

Baca juga: Layanan Informasi Publik Pemprov Sulbar Raih Predikat Baik, Tapi Ada 2 Catatan

Ia menegaskan bahwa pelaku usaha harus memiliki integritas, menjaga kepercayaan, serta memiliki daya juang tinggi dan tidak mudah menyerah.

“Seorang pengusaha harus konsisten, berintegritas, dan mampu menjaga kepercayaan. Selain itu, semangat juang menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan usaha,” kata Suhardi Duka.

Gubernur juga menyampaikan harapannya agar sektor UMKM ke depan mampu menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Ia menargetkan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Barat dapat mencapai minimal 25 persen.

Dorong UMKM Naik Kelas dan Lebih Kompetitif

Lebih lanjut, ia meminta para pelaku UMKM untuk lebih jeli dalam menangkap peluang usaha, khususnya dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di Sulawesi Barat.

Komoditas seperti pisang dan kakao disebut memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan baik.

“Sulawesi Barat memiliki sumber daya yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengolahnya agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur SDK juga menyinggung dukungan pemerintah pusat terhadap dunia usaha, termasuk kemudahan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan hingga Rp500 juta.

Ia turut mengimbau pemerintah kabupaten untuk mempermudah proses perizinan usaha bagi masyarakat, serta tidak membebani pelaku UMKM kecil dengan pungutan pajak.

Di sisi lain, SDK mengingatkan para pelaku UMKM agar tetap memperhatikan ketertiban umum dalam menjalankan usaha, termasuk tidak membuka lapak di bahu jalan yang dapat mengganggu pengguna jalan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Sulawesi Barat semakin berkembang dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.