Fakta Terbaru! Korban Penganiayaan di Exit Tol Prambanan Klaten Resmi Lapor ke Polisi
Vincentius Jyestha Candraditya April 23, 2026 06:17 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Satu orang korban dalam kasus dugaan penganiayaan di sekitar Exit Tol Prambanan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, kini telah resmi melapor ke Polres Klaten.

Korban diduga mengalami luka akibat benda tumpul, dan kasusnya tengah dalam penanganan aparat kepolisian.

Insiden yang terjadi pada Selasa (21/4/2026) ini sebelumnya viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Sempat Dapat Aduan

Kepolisian pun bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang masuk, termasuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lokasi kejadian.

Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan terkait peristiwa tersebut.

KASUS PENGEROYOKAN - Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (23/4/2026). Kasus penganiayaan yang viral di media sosial di sekitar Exit Tol Prambanan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, menjadi sorotan publik.
KASUS PENGEROYOKAN - Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (23/4/2026). Kasus penganiayaan yang viral di media sosial di sekitar Exit Tol Prambanan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, menjadi sorotan publik. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

"Kemarin kita mendapatkan laporan pengaduan dari masyarakat, bahwa ada beberapa orang yang berusaha untuk melakukan sweeping. Dan kita langsung datang ke lokasi dan kita sudah membubarkan," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (23/4/2026).

Sweeping Terjadi Pasca Penganiayaan

Ia menjelaskan, dugaan penganiayaan terjadi sebelum munculnya rencana aksi sweeping oleh sekelompok orang yang datang karena alasan solidaritas.

"Jadi memang mereka pada saat kita ke lokasi sudah kita himbau, sudah kita kumpulkan dan sudah kita ajak diskusi juga. Sehingga mereka membubarkan diri dan mereka berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi untuk mengganggu ketertiban umum," jelasnya.

Menurut Faruk, informasi mengenai adanya aksi kekerasan menjadi pemicu munculnya rencana sweeping tersebut.

"Ada informasi yang mengatakan bahwa telah terjadi kekerasan, ada juga informasi yang mengatakan bahwa paginya ada kejadian (penganiayaan) di situ," jelasnya.

Baca juga: Viral Penganiayaan di Exit Tol Prambanan Jogonalan Klaten, Polisi Sebut Sempat Picu Aksi Sweeping

"Namun demikian kita itu sampai saat ini baru menerima laporan pengaduan terkait yang ini (penganiayaan), yang di siang hari," imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa kelompok yang hendak melakukan sweeping bukan berasal dari pihak korban.

"Dan itu bukan bagian dari mereka, dari bagian kelompok yang lain. Tapi karena karena katanya mereka dengan alasan solidaritas, makanya mereka berusaha untuk datang dan alhamdulillah bisa dicegah dengan cepat oleh anggota kepolisian," ucapnya.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.