TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Kenaikan harga LPG non subsidi juga terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Cabang Agen LPG non subsidi Nunukan dari PT Berau Mandiri Sejahtera, Erick, mengungkapkan harga Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg mengalami kenaikan cukup signifikan di tingkat agen.
“Untuk harga LPG non subsidi ukuran 12 kilogram, yang sebelumnya sekitar Rp260.000, sekarang naik menjadi kurang lebih Rp300.000 per tabung,” ujarnya.
Sementara itu, Bright Gas ukuran 5,5 kg juga mengalami kenaikan dari Rp135.000 menjadi sekitar Rp160.000 per tabung.
Baca juga: Harga LPG Non Subsidi 5 Kg di Malinau Naik Jadi Rp 145 Ribu, Pengecer Sebut Untung Sedikit
Erick menambahkan, harga di tingkat pengecer atau pangkalan biasanya lebih tinggi.
“Kalau di pasaran bisa lebih mahal lagi. Ukuran 5,5 kilogram bisa sampai Rp180.000, sedangkan 12 kilogram juga bisa lebih, tergantung distribusi,” jelasnya.
Kenaikan harga ini berdampak pada pola konsumsi masyarakat. Menurut Erick, jumlah pembelian memang mengalami penurunan, meski tidak terlalu drastis.
“Pembelian ada penurunan, tapi karena ini kebutuhan pokok, masyarakat tetap beli walaupun harganya naik,” katanya.
Ia mengakui kondisi ini cukup memberatkan warga, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada elpiji sebagai sumber energi utama.
Baca juga: Kenaikan Harga LPG Non Subsidi hingga Rp 20 Ribu di Kabupaten Malinau, Agen Sebut Stok Masih Ada
Namun, sebagai agen pihaknya tidak memiliki banyak pilihqn selain menyesuaikan harga mengikuti kenaikan dari Pertamina.
“Agak berat juga untuk masyarakat, tapi kami sebagai agen mau tidak mau menaikkan harga, karena memang harga naik secara nasional dan belum lagi ditambah dengan penyesuaian biaya operasional karena adanya kenaikan harga BBM solar,” tambahnya.
Meski harga naik, Erick memastikan stok LPG non subsidi di Kabupaten Nunukan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kalau sekarang stok justru lebih aman, karena pembelian agak berkurang. Dulu sebelum naik, tiga hari setelah datang sudah habis. Sekarang lebih lama habisnya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak agen tetap rutin melakukan pengambilan pasokan dari Tarakan untuk menjaga ketersediaan stok.
“Walaupun stok masih ada, kami tetap ambil, supaya tidak sampai kehabisan,” ujarnya.
Secara nasional, kenaikan harga LPG non subsidi diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti fluktuasi harga energi global serta meningkatnya biaya distribusi.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan khusus terkait penyesuaian harga tersebut.
Bagi masyarakat diimbau untuk menggunakan energi secara bijak serta menyesuaikan pengeluaran di tengah kenaikan harga yang terjadi.
(*)
Penulis: Fatimah Majid