TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Isu flu burung yang viral di media sosial Tarakan Kalimantan Utara, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan turut memberikan penjelasan. Dikarenakan banyak masyarakat yang minta penjelasan kebenaran informasi tersebut kepada pihaknya.
Dalam konferensi persnya mendampingi Kadinkes Tarakan, Paulus yang menjabat sebagai Kabid Peternakan dan Keswan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan menyampaikan mulai dari pengusaha ternak, penjual ayam di Pasar Tenguyun, Pasar Gusher dan penjual rumahan serta dari luar Tarakan menayakan kebenaran informasi tersebut.
Paulus mengatakan, kasus flu burung pada manusia sampai saat ini belum pernah ditemukan di Tarakan.
"Data 2-3 tahun terakhir lanjutnya, untuk pengujian sampling unggas di Tarakan, untuk flu burung tidak ditemukan di Tarakan," tegas Paulus, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Isu Flu Burung Meresahkan Masyarakat, Dinkes Tegaskan Tidak Pernah Ditemukan di Tarakan
Data tahun 2024, pengambilan sampling sebanyak 87 sampel dinyatakan negatif flu burung untuk unggas. Sampel itu diambil di pasar, peternak di 4 kecamatan.
Tahun 2025, total sampling diambil sampelnya sebanyak 56 semua dinyatakan negatif flu burung untuk unggas yakni pada ayam.
"Kita semua ambil di seluruh kecamatan. Jadi artinya bukan hanya Pasar Gushet dan Pasar Tenguyun ya. Ada di Juata Laut juga. Sehingga memang Kami kaget sekali kok ada informasi seperti itu," bebernya.
Menurutnya, pihaknya segera menanggapi surat Dinkes Tarakan. Justru itu lebih baik karena bisa membantu pihaknya dalam rangka kewaspadaan untuk flu burung.
Lebih lanjut Paulus mengatakan, langkah yang diambil pihaknya saat ini melakukan pembinaan ke peternak dan penjual ayam. Pekan kemarin, sudah dilakukan dan besok juga direncakan pembersihan kios penjualan daging ayam di Pasar Tenguyun.
"Kalau ada sempat lewat dan lihat itu sudah kita sikat kita bersihkan semua. Itu salah satu upaya karena ada juga kan misalnya lingkungan yang mempengaruhi," bebernya.
Baca juga: Sejak Hoaks Flu Burung di Tarakan, Penjual Ayam Akui Sepi Pembeli: Orang Hati-hati Masuk Pasar
Apalagi kios di Pasar Tenguyun saat ini berada di bawah binaan Bidang Peternakan. Diperkirakan ada 10 meja dan bekerjasama membersihkan dinding dan lantai.
Ia menambahkan, bagian dari Kesehatan Masyarakat Veteriner juga gencar memberikan edukasi-edukasi bagaimana mengelola penjualan sesuai dengan standar khususnya diarahkan kepengurusan NKV atau Nomor Kontrol Veteriner yang standar aman sehat utuh dan halal.
"Kalau penjualan ayam itu sertifikat NKV dan untuk saat ini memang di Gusher dan di Tenguyun, pengusaha ayam lainnya beberapa yang sementara pengajuan untuk sertifikat itu. Itu kan bagian dalam rangka yang disampaikan Bu Kadis tadi dalam rangka untuk mengonsumsi ayam yang segar, yang bersih yang sesuai dengan diharapkan dari kesehatan," jelasnya.
Untuk pengambilan sampel dilakukan secara berkala setiap tahun. Rencananya di tahun 2026 pengambilan sampel dilakukan di triwulan ketiga karena telah dianggarkan dan diperkirakan Agustus -September 2026.
(*)
Penulis: Andi Pausiah