Calon Jemaah Haji Kalsel Ingat Jangan Bawa Barang-Barang Ini, Masih Ada Kedapatan Bawa Pemanas Air
Irfani Rahman April 23, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU –Para calon jemaah haji asal Kalimantan Selatan diharapkan untuk kembali memperhatikan barang-barang bawaan mereka ke Tanah Suci. Diharapkan tak lagi membawa barang-barang di larang.

Pasalnya saat pemeriksaan petugas masih ada yang membawa barang dilarang sehingga koper harus dibongkar kembali.

Antara  lain pemanas air hingga rice cooker dalam bagasi calon jemaah kloter pertama Embarkasi Banjarmasin, Kamis (23/4/2026).

Akibatnya barang-barang tersebut meski dikeluarkan petugas dari dalam koper calon jemaah haji.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan, Eddy Khairani menyebut, temuan tersebut masih terjadi meski sosialisasi telah dilakukan sebelumnya.

“Kami masih menemukan adanya jemaah yang membawa rice cooker dan alat pemanas air di dalam koper besar. Ini tentu tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Menurutnya, temuan tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan penerbangan serta aturan maskapai yang harus dipatuhi seluruh jemaah.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Pembunuh Siswi SMK di Simpang Empat Banjar, Usai Main Biliar di Tapin

Baca juga: BKPSDM Banjarmasin Usulkan 34 Formasi di CPNS 2026, Gantikan ASN Pensiun

Ia menegaskan, larangan tersebut merupakan ketentuan wajib. Seluruh barang bawaan, baik bagasi maupun kabin, diperiksa secara ketat sebelum keberangkatan.

“Ini bukan hanya soal aturan administratif, tetapi menyangkut keselamatan bersama dalam penerbangan,” tegasnya.

Selain faktor keamanan, larangan membawa peralatan memasak juga didasarkan pada kebutuhan jemaah yang sebenarnya sudah terpenuhi selama di Tanah Suci. Seluruh konsumsi telah disiapkan oleh penyelenggara haji secara terjadwal.

“Jemaah tidak perlu membawa alat masak sendiri. Semua konsumsi sudah disediakan, jadi jemaah bisa fokus beribadah,” jelas Eddy.

Ia juga mengingatkan, keberadaan barang terlarang dalam koper dapat menghambat proses keberangkatan. Petugas harus membuka kembali bagasi untuk mengeluarkan barang tersebut, yang berpotensi memakan waktu tambahan.

“Kalau saat screening ditemukan, pasti kami keluarkan. Ini bisa berdampak pada keterlambatan kalau tidak diantisipasi sejak awal,” katanya.

Tak hanya bagasi, aturan ketat juga berlaku untuk barang bawaan kabin. Sejumlah barang benda tajam seperti gunting, pisau lipat, hingga cutter, tidak diperkenankan dibawa ke dalam pesawat.

Selain itu, cairan dengan volume lebih dari 100 mililiter, aerosol, parfum dalam kemasan besar, hingga power bank yang tidak sesuai standar juga termasuk dalam daftar larangan.

Eddy mengimbau jemaah agar lebih teliti dalam menyiapkan barang bawaan sebelum masuk asrama maupun bandara, agar proses pemeriksaan berjalan lancar.

“Kami minta jemaah benar-benar memperhatikan isi tas, baik bagasi maupun kabin. Jangan sampai ada barang terlarang yang menghambat keberangkatan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi kinerja petugas yang terus melakukan pemeriksaan secara ketat dan konsisten sejak kloter pertama.

Menurutnya, kedisiplinan semua pihak menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini, khususnya dari Embarkasi Banjarmasin.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.