Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Penyelenggaraan pacuan kuda tradisional di Aceh Tengah tetap berlanjut, meski sebelumnya agenda dalam rangkaian perayaan HUT ke-449 Kota Takengon tersebut dibatalkan.
Kali ini, kegiatan digagas secara mandiri oleh para peternak kuda bersama pelaku UMKM, tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Pegiat Pacuan Kuda Aceh Tengah, Aldi Yoga, mengatakan pihaknya sedang mematangkan persiapan sembari menunggu proses perizinan rampung.
“Iya, kita juga akan mengundang kuda dari Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues.
Kita ingin kegiatan ini melibatkan semua pihak yang siap berkolaborasi,” kata Aldi kepada TribunGayo.com, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, antusiasme sudah mulai terlihat.
Sejumlah pihak, baik peternak maupun pelaku usaha, telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam even tersebut.
“Saat ini sudah ada beberapa yang siap bergabung. Insya Allah setelah izin selesai, kegiatan bisa segera berjalan. Mohon doa dari semua pihak,” ujarnya.
Aldi menegaskan, penyelenggaraan pacuan kuda ini murni berasal dari inisiatif masyarakat, khususnya peternak dan pelaku UMKM, tanpa kepentingan politik maupun dukungan dana dari APBK.
“Ini benar-benar dari peternak dan pelaku UMKM. Tidak ada kaitannya dengan kepentingan tertentu,” tegasnya.
Selain menjaga tradisi pacuan kuda Gayo, panitia juga merancang kegiatan ini memiliki dampak sosial.
Salah satunya dengan membuka peluang donasi bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah.
Untuk kebutuhan anggaran, panitia memperkirakan biaya pelaksanaan berada di kisaran Rp 400 juta yang dihimpun melalui partisipasi dan swadaya berbagai pihak.
Even tersebut dijadwalkan berlangsung setelah Idul Adha 1447 Hijriah dengan progres persiapan saat ini disebut telah mencapai sekitar 60 persen.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membatalkan agenda pacuan kuda yang semula direncanakan digelar di Blang Bebangka.
Kegiatan itu sebelumnya dianggarkan sekitar Rp 480 juta melalui pihak ketiga, namun urung dilaksanakan setelah memunculkan pro dan kontra ditengah masyarakat. (*)
Baca juga: Pemkab Aceh Tengah Tiadakan Seluruh Rangkaian HUT ke 447 Kota Takengon, Termasuk Pacuan Kuda
Baca juga: Pacuan Kuda di Persimpangan Nurani: Antara Empati dan Pemulihan Ekonomi
Baca juga: Rencana Pacuan Kuda HUT Takengon Dinilai Tak Tepat Ditengah Kondisi Pascabencana