Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Kebakaran meludeskan enam rumah toko (ruko) di Gampong Lamkuta Blang Mee, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (24/4/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.
Kebakaran bermula dari salah satu warung kopi milik Indra Rahmadi. Diduga, api berasal dari kebocoran gas pada regulator tabung LPG saat digunakan untuk memanaskan air.
Kebocoran tersebut memicu ledakan keras hingga api dengan cepat menyebar ke bangunan di sekitarnya.
Saksi mata, Fajar Sufirman, menyebutkan tiga ruko rusak parah akibat terbakar, yakni milik Sekretaris Desa (Sekdes) Lamkuta Blang Mee, Indra Rahmadi, Nanda Masyithah, serta ruko milik Lukman yang berstatus sewa dari Yudi Wahyudi.
Sedangkan tiga ruko lainnya milik Zulkardi dalam kondisi kosong saat kejadian.
“Api cepat membesar setelah terdengar ledakan dari dalam ruko, lalu merembes ke bangunan di sebelahnya,” kata Humas dan Juru Bicara Ikatan Masyarakat Blang Mee atau IMABA, Armiadi Abdullah. MS.
Baca juga: Pemilik Usaha di Aceh Besar Diminta Tidak Panjangkan Kanopi dan Tambah Bangunan ke Arah Jalan
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, kawasan tersebut sudah mulai ramai oleh aktivitas warga, baik yang hendak berbelanja maupun pengguna jalan lintas Banda Aceh–Calang.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Aceh Besar Pos Lhoong yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman sekaligus mengevakuasi barang-barang berharga milik korban.
Api berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian dengan bantuan warga, personel Polsek, dan Koramil Lhoong.
Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Sementara itu, IMABA telah membuka donasi untuk membantu para korban.
Penggalangan dana dilakukan dari anggota IMABA yang berdomisili di luar Kecamatan Lhoong sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak.
Baca juga: Pemkab Aceh Besar Integrasikan Pembangunan Berbasis Mitigasi Bencana
“Memang tidak seberapa, namun ini bentuk empati kami untuk meringankan beban saudara-saudara kami di kampung halaman,” pungkasnya. (*)