Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Puluhan siswa SMK Negeri 1 Rejang Lebong melangkah masuk ke dalam gudang Perum BULOG dan menyaksikan langsung tumpukan karung beras hasil panen petani yang tersusun rapi dalam jumlah besar, dalam kunjungan edukatif yang digelar, Kamis (22/4/2026).
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman belajar langsung bagi para siswa untuk memahami bagaimana beras dari petani dikelola hingga menjadi cadangan pangan pemerintah.
Saat berada di dalam gudang, para siswa terlihat antusias memperhatikan barisan karung beras yang tersusun tinggi dan memenuhi hampir seluruh ruang penyimpanan.
Beras yang tersimpan merupakan hasil penyerapan dari petani lokal yang telah melalui proses seleksi dan penyimpanan sesuai standar.
Stok Beras Capai 1.187 Ton
Realisasi penyerapan gabah dan beras petani oleh Perum BULOG Cabang Rejang Lebong menunjukkan capaian signifikan.
Hingga 22 April 2026, total serapan tercatat mencapai 1.187 ton setara beras.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa program penyerapan berjalan sesuai target.
Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, langkah ini juga memperkuat cadangan pangan pemerintah di daerah.
Kondisi tersebut tercermin langsung pada ketersediaan stok di gudang BULOG wilayah Rejang Lebong.
Saat ini, gudang penyimpanan dalam kondisi penuh dengan beras hasil panen petani dalam negeri yang telah diserap.
Edukasi Ketahanan Pangan untuk Siswa
Pimpinan BULOG Rejang Lebong, A. Musalim Yudha, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada generasi muda terkait pengelolaan stok pangan.
“Ini bukan hanya data. Siswa dapat melihat langsung bahwa gudang terisi beras hasil panen dalam negeri. Hal ini menunjukkan penyerapan berjalan optimal,” sampai Yudha.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai proses penyerapan gabah dan beras.
Mulai dari tahap pembelian dari petani hingga penyimpanan di gudang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman tentang ketahanan pangan.
Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, siswa memperoleh gambaran konkret mengenai ketersediaan stok pangan yang dikelola pemerintah.
"Selain melihat langsung, ada beberapa hal juga yang kita jelaskan terkait ketahanan pangan, termasuk proses penyerapan hingga penyimpanannya digudang," lanjut Yudha.
Keberadaan stok beras dalam jumlah besar di gudang BULOG menjadi salah satu indikator bahwa program penguatan cadangan pangan berjalan dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini