Momen Bersejarah! Batik Air Mendarat Perdana di Nabire, Akses Papua Tengah Makin Terbuka
GH News April 23, 2026 08:09 PM
Nabire -

Momen bersejarah tercipta di Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah. Selang tiga hari setelah kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, maskapai Batik Air resmi memulai operasional perdananya di bandara tersebut pada Kamis (23/4/2026).

Kedatangan pesawat disambut meriah dengan tradisi water salute-penyemprotan air ke badan pesawat sebagai tanda penghormatan atas pendaratan perdana. Lebih dari 130 penumpang turut tiba dalam penerbangan dari Bandar Udara Pattimura Ambon, termasuk Direktur Produksi Batik Air, Capt. Zwingly Silalahi.

Pendaratan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas udara di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua Tengah. Kehadiran Batik Air yang berada di bawah naungan Lion Air Group disambut langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, mewakili Gubernur Meki Nawipa, serta Bupati Nabire Mesak Magai. Mereka langsung memasangkan ikat kepala Papua dan noken kepada Direktur Produksi Batik Air, Capt. Zwingly Silalahi.

Bandara Douw Aturure sendiri terus mengalami pengembangan signifikan. Dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire, bandara ini kini memiliki fasilitas sisi udara seperti runway, apron, taxiway, serta fasilitas sisi darat berupa terminal penumpang, terminal kargo, dan berbagai bangunan penunjang.

Salah satu peningkatan krusial adalah perpanjangan runway dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter. Dengan panjang ini, pesawat berbadan besar seperti Airbus A320 hingga tipe Boeing kini dapat mendarat di Nabire.

Bupati Nabire, Mesak Magai, turut menyampaikan apresiasi atas dibukanya rute ini. Ia berharap kehadiran Batik Air dapat meningkatkan pelayanan transportasi udara di wilayah Papua Tengah dan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat. "Saya atas nama seluruh masyarakat Nabire menyampaikan terima kasih atas jajaran Batik Air dan selamat mendarat dengan sukses di Nabire sehingga pelayanan bisa meningkat lagi di Indonesia bagian timur, Papua bagian tengah," ujarnya.

Sementara itu Direktur Produksi Batik Air Capt. Zwingly Silalahi menyebutkan bahwa dengan landasan bandara sepanjang 2.500 meter, peluang penerbangan langsung ke Jakarta semakin terbuka di masa depan. "Semoga ke depan Nabire bisa terhubung langsung ke Cengkareng," ujarnya optimistis.

Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule menegaskan bahwa kehadiran rute ini merupakan momen yang telah lama dinantikan masyarakat Papua Tengah.

"Hari ini adalah hari yang kita tunggu-tunggu setelah penantian panjang. Ini merupakan tindak lanjut sejak 17 Juli 2025, saat pertama kali pesawat mendarat di sini. Penantian kita bersama akhirnya terjawab dengan hadirnya layanan penerbangan ini," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas baru ini bagi wilayah Papua Tengah. "Dari data yang kami terima, konektivitas kini terbuka dari Nabire ke Jakarta via Ambon, dan juga ke Makassar via Ambon. Bagi kami ini sangat strategis. Rute ini akan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, dan yang terpenting mendekatkan jantung ekonomi Papua Tengah dengan pusat pertumbuhan nasional seperti Jakarta, Makassar, dan Ambon," jelasnya.

Silwanus turut mengungkapkan harapan besar terhadap pengembangan rute ke depan, terutama setelah kunjungan Wakil Presiden ke lokasi bandara.

"Kemarin saat Bapak Wakil Presiden tiba, beliau langsung menuju ujung landasan. Kita semua berdoa agar ke depan rute langsung Nabire-Jakarta (Cengkareng) bisa segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama," tambahnya.

Dengan pendaratan perdana ini, Nabire kini memasuki babak baru sebagai salah satu pintu gerbang penting di Papua Tengah-lebih terbuka, lebih terhubung, dan semakin siap berkembang.

Sementara itu, pihak Batik Air menyatakan bahwa Nabire memiliki potensi besar sebagai destinasi yang terus berkembang, baik dari sisi ekonomi maupun kebutuhan mobilitas masyarakat.

Dengan pendaratan perdana ini, Nabire kini memasuki babak baru sebagai salah satu pintu gerbang penting di Papua Tengah-lebih terbuka, lebih terhubung, dan semakin siap berkembang.

Dadan Kuswaraharja
Jurnalis detikcom. Bergabung dengan dunia jurnalistik sejak 2004, aktif meliput berbagai event nasional dan internasional dengan fokus di dunia pariwisata.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.