Modal Rp 40 Juta Berbuah Manis! BUMDes Ketitang Sulap Greenhouse dari Barang Bekas Jadi Wisata Hits
Delta Lidina April 23, 2026 09:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – BUMDes Maju Makmur, Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring, Klaten, berhasil mengembangkan pertanian melon berbasis greenhouse dengan modal sekitar Rp 40 juta, memanfaatkan barang bekas hingga kini menjadi destinasi wisata petik buah yang diminati masyarakat.

Greenhouse yang berdiri di lahan 8 x 18 meter itu tidak dibangun dengan material baru sepenuhnya. Sebagian besar memanfaatkan barang bekas, termasuk galon air mineral sebagai media tanam.

Di dalamnya, ratusan tanaman melon tumbuh subur dalam pot-pot sederhana. Buahnya menggantung rapi, diikat dengan tali biru agar tetap stabil hingga masa panen.

Ketua BUMDes Maju Makmur, Setyo Basuki, menyebut inovasi ini berawal dari dana ketahanan pangan desa.

WISATA DI KLATEN - Pengunjung memilih melon langsung dari tanaman di dalam greenhouse BUMDes Maju Makmur, Klaten, pada hari pembukaan wisata.
WISATA DI KLATEN - Pengunjung memilih melon langsung dari tanaman di dalam greenhouse BUMDes Maju Makmur, Klaten, pada hari pembukaan wisata. (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

"Ini kan kemarin di tahun 2025 itu kita mendapatkan dana ketahanan pangan yang 20 persen. Nah karena kemarin potensi kita cuma di pertanian, akhirnya kita harus membuat inovasi," ujarnya.

Ia mengaku terinspirasi dari praktik serupa di Gunungkidul.

"Kebetulan kemarin saya belajar ke daerah Gunungkidul, itu ada pembuatan tanaman tapi medianya dengan media galon mineral itu kita terapkan di sini," jelasnya.

Melon yang dibudidayakan adalah jenis The Blues, yang memiliki kualitas premium dan nilai jual tinggi.

Harga per kilogram mencapai Rp 30 ribu, menjadikan komoditas ini cukup menjanjikan.

Kini, greenhouse tersebut tidak hanya menjadi lahan produksi, tetapi juga objek wisata edukasi dan ekonomi. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.