TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Menjelang masa panen, serangan hama tikus mengancam tanaman jagung milik petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Tanaman jagung yang telah berumur sekitar 58 hari itu dilaporkan mulai diserang tikus dalam sepekan terakhir.
Padahal, masa panen diperkirakan tinggal sekitar tujuh hari lagi, yakni pada usia 65 hari. Situasi ini membuat petani setempat resah karena berpotensi menyebabkan gagal panen.
Baca juga: Kelangkaan LPG Non Subsidi di Lumajang, Pengusaha Kuliner Berburu hingga Probolinggo
Untuk mengatasi serangan tersebut, petani melakukan cara sederhana dengan membungkus tongkol jagung menggunakan plastik transparan. Langkah ini bertujuan melindungi buah jagung agar tidak dimakan tikus.
Ani, salah satu petani, mengatakan serangan tikus kerap terjadi saat musim kemarau atau pancaroba. Ia mengaku sebagian tanaman jagungnya sudah rusak akibat dimakan hama.
"Biasanya memang kalau sudah musim pancaroba banyak tikus, ini sudah banyak yang dimakan tikus jagungnya," kata Ani di sawahnya, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Habiskan 10 Tabung LPG 3 Kg Sehari, Warung Mak Rumpit di Lumajang "Dipaksa" Beralih ke Non-Subsidi
Ia menjelaskan, pembungkusan dilakukan satu per satu pada setiap tongkol jagung, terutama di lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi yang hampir siap panen.
"Satu per satu tongkol jagung di lahan seluas 1.000 meter persegi yang hampir panen, kamu bungkus plastik transparan," tambahnya.
Baca juga: 1.222 Penerima PKH di Lumajang Dicoret, Ini Penyebabnya
Petani lain, Heru Efendi, menyebut metode tersebut cukup efektif untuk menekan serangan tikus. Setelah tongkol dibungkus plastik, kerusakan tanaman bisa diminimalkan.
"Alhamdulillah setelah kita pasangi plastik tidak ada lagi yang dimakan tikus," ujarnya.
Meski demikian, penggunaan plastik juga menambah biaya produksi.
Heru mengungkapkan, untuk lahan seluas 1.000 meter persegi dibutuhkan sekitar 3 kilogram plastik. Harga plastik saat ini mencapai sekitar Rp 100 ribu per kilogram.
"Plastiknya sekarang juga mahal sekitar Rp 100 ribu, tapi daripada jagungnya habis dimakan tikus malah gak dapat hasil sama sekali," katanya.