PT PLN (Persero) bersama pemerintah pusat mempercepat pemerataan akses listrik melalui kunjungan lapangan Program Listrik Desa (Lisdes) di Kelok Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada 18 April 2026 ini menjadi langkah konkret menghadirkan listrik bagi masyarakat yang sebelumnya belum teraliri, sekaligus mendukung peningkatan rasio elektrifikasi nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G. Akmalaputri, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.
Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Popy Rufaidah, menyebut program Lisdes memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.
“Listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi pengungkit produktivitas masyarakat. Kami mengapresiasi PLN yang konsisten menjalankan program prioritas nasional ini,” ujarnya.
Baca juga: Light Up The Dream PLN UID Sumbar Nyalakan Listrik 102 Pelanggan, Total 3.411 Terpasang
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menambahkan kehadiran listrik turut memperkuat ketahanan daerah, termasuk dalam mendukung pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan listrik hingga ke wilayah terpencil.
“PLN memastikan listrik hadir hingga titik paling menantang. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang keadilan energi dan membuka peluang ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kehadiran langsung di lapangan juga menjadi bagian penting untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“PLN tidak hanya membawa terang, tetapi juga mendengar kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok,” tambahnya.
Program Lisdes di Kelok Kuranji dilaksanakan melalui pembangunan jaringan distribusi dan instalasi pelanggan ke wilayah yang sebelumnya belum terjangkau listrik.
PLN menegaskan akan terus memperluas akses listrik secara merata guna mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (rls)