TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO - Cerita kesederhanaan, menolong tanpa pamrih terpaksa keluar dari mulut Banani Adam, warga Kabupaten Purworejo.
Sopir ambulans ini adalah salah satu orang ikut serta dalam evakuasi korban kecelakaan di Temon Kulon Progo.
Korban yang dimaksud itu salah satunya adalah bos rokok HS, Muhammad Suryo.
Adam bahkan seakan kehabisan kata untuk menolak tawaran hadiah atas jasanya dalam kecelakaan yang merenggut nyawa istri bos rokok HS tersebut.
Adam akhirnya menerima hadiah sepeda motor setelah beberapa kali menolak hadiah mobil.
Baca juga: Wonosobo Expo 2026 Resmi Dibuka, 130 Stand Promosi UMKM dan Ekonomi Kreatif
• Fakta Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Polisi Ungkap Ada Motif Ekonomi
Sikap rendah hati ditunjukkan Banani Adam, sopir ambulans dari Puskesmas Kaligesing, Kabupaten Purworejo seusai membantu evakuasi korban kecelakaan di Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adam sempat ditawari hadiah mobil oleh salah satu korban yang dia bantu. Korban itu adalah pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo.
Namun tawaran tersebut dia tolak.
“Awalnya ditawari mobil baru, tapi saya menolak. Saya merasa itu terlalu besar buat saya,” ujar Adam seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Peristiwa bermula saat Adam secara kebetulan melintas di lokasi kecelakaan ketika hendak mengantar anaknya kontrol kesehatan ke PKU Gamping.
Dia kemudian diminta warga untuk membantu proses evakuasi korban, termasuk yang terjatuh ke area sungai.
Menggunakan kendaraan pusling yang dia kemudikan, Adam membantu menyediakan peralatan evakuasi seperti tandu dan ikut dalam proses pengangkatan korban bersama warga serta relawan lain di lokasi.
Setelah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wates, Adam melanjutkan perjalanannya tanpa mengetahui identitas orang yang dia tolong.
Beberapa waktu setelah kejadian, pihak keluarga korban berupaya mencari sosok sopir ambulans yang sempat membantu proses evakuasi tersebut.
Pencarian itu dilakukan melalui penelusuran informasi dari lapangan hingga akhirnya identitas Adam ditemukan.
Adam kemudian dihubungi melalui telepon, bahkan sempat berbicara langsung dengan Muhammad Suryo.
Dalam percakapan tersebut, Suryo menyampaikan rasa terima kasihnya dan menawarkan hadiah berupa mobil baru.
Namun Adam memilih menolak tawaran tersebut.
“Saya membantu itu sudah biasa. Kalau ada kecelakaan, saya hanya berusaha membantu semampunya sampai korban bisa dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Menurut Adam, sebagai sopir pusling, dia memang sering menjumpai situasi darurat di jalan dan terbiasa memberikan pertolongan tanpa memikirkan imbalan.
Baca juga: Modal Rp1 Juta Untung Rp500 Ribu, Alasan IAS Edarkan Tembakau Gorila di Boyolali
• Poltekpar Makassar Berduka, 2 Mahasiswi Magang di Solo Tewas Kecelakaan, Begini Kronologinya
Terpaksa Terima Hadiah Motor
Penolakan terhadap hadiah mobil itu kemudian direspons dengan tawaran lain yang lebih sederhana.
Suryo menawarkan untuk memberikan sepeda motor kepada Adam sebagai bentuk apresiasi.
Setelah melalui komunikasi lanjutan, Adam akhirnya menerima hadiah tersebut.
Dia sebenarnya tidak enak jika terus menolak, mengingat pemberian itu merupakan bentuk niat baik dari pihak korban.
Motor Honda Beat tersebut kemudian diserahkan kepada Adam pada Selasa (21/4/2026) siang, beberapa hari setelah proses komunikasi berlangsung.
Sebelumnya, dia diminta untuk mengirimkan data identitas sebagai bagian dari proses administrasi.
“Awalnya saya tidak menyangka akan seperti ini. Niatnya hanya membantu, tidak berpikir akan mendapat balasan,” ujarnya.
Adam menambahkan, selain dirinya, ada pihak lain yang juga mendapatkan apresiasi serupa karena turut membantu proses evakuasi korban di lokasi kejadian.
Diketahui, kecelakaan yang melibatkan Suryo terjadi di Temon, Kulon Progo dan menyebabkan istrinya meninggal.
Korban lain mengalami luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.
"Seusai menawarkan motor pak Haji tanya rokoknya apa, saya jawab Tenor terus disuruh ganti HS," katanya. (*)
Sumber Kompas.com