Ratnawati Arif: Perempuan Bisa Jalankan Semua Peran dengan Keseimbangan
Alfian April 23, 2026 11:22 PM

 


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan Ratnawati Arif berbagi cerita terkait perjalanannya memimpin Sinjai. 

Sejak dilantik sebagai bupati pada Februari 2025 lalu, Ratnawati dituntut untuk intens hadir di ruang publik. 

Peran yang diembannya tidak hanya sebatas sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai ibu dan istri dalam keluarga.

Ia mengakui, menjalankan peran ganda tersebut bukan hal mudah, namun bisa dijalani dengan komitmen dan manajemen waktu yang baik.

Ratnawati membeberkan, menjaga keseimbangan menjadi kunci utama dalam menjalani berbagai tanggung jawab tersebut.

Ia menjelaskan, perempuan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan peran domestiknya.

“Peran ibu dan perempuan tidak boleh dipisahkan satu sama lain. Kapan menjadi ibunya anak-anak, kapan menjadi istri di rumah, dan kapan menjadi Ibu Bupatinya pemerintah Kabupaten Sinjai, harus ada keseimbangan,” ucap Ratnawati Arif dalam Talkshow Kartini di Phinisi Point (Pipo) Mal Jl Metro Tanjung Bunga, Kamis (23/4/2026). 

Talkshow tersebut rangkaian event Makkunrai yang digelar Tribun Timur dalam rangka memperingati Hari Kartini. 

Baca juga: Dari Sinjai ke Makkunrai Expo, Ratnawati Arif Gaungkan Peran Perempuan

Pada Talkshow ini, Ratnawati sepanggung dengan Plt Rektor UNM Prof Farida Patittingi. 

Kedua perempuan ini merepresentasikan sosok perempuan pemimpin yang mampu berkiprah di ruang publik sekaligus memberi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan pendidikan. 

Tak hanya soal keseimbangan, Ratnawati juga menekankan pentingnya kesetaraan dalam kehidupan perempuan masa kini.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan sejumlah program kesehatan yang tengah dijalankan di Kabupaten Sinjai.

Fokus utama pemerintah daerah, kata dia, adalah memastikan layanan kesehatan menjangkau hingga pelosok desa.

“Program kesehatan yang dijalankan di Kabupaten Sinjai hari ini adalah bagaimana menghadirkan Posyandu sampai ke pelosok-pelosok desa,” jelasnya.

Selain itu, gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayur juga terus digencarkan melalui peran PKK.

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

“Sangat miris rasanya kalau ibu rumah tangga hari ini beli sayur di luar padahal ada pekarangan,” ungkap Ratnawati.

Di sektor pendidikan dan perlindungan anak, Pemerintah Kabupaten Sinjai juga mendorong terwujudnya daerah ramah anak.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan ruang bermain, ruang terbuka hijau, hingga pembentukan forum anak.

“Jadi ruang bermain harus ada, ruang terbuka hijau tempat anak bermain itu harus ada,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah memfasilitasi Forum Anak Sinjai dan lembaga perlindungan anak sebagai wadah ekspresi sekaligus perlindungan.

Perhatian khusus turut diberikan kepada perempuan dan remaja putri agar terhindar dari perundungan maupun kekerasan.

Melalui berbagai program tersebut, Ratnawati berharap tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi.

Pengalamannya menjalankan peran ganda menjadi bukti bahwa perempuan mampu berkontribusi besar, baik dalam keluarga maupun pembangunan daerah.  (*) 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.