TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Secara mengejutkan Manado terpental dari 10 besar kota paling toleran di Indonesia tahun 2025 versi SETARA Institute.
Di tahun tahun sebelumnya, Manado selalu masuk 10 besar berkat tradisi toleransinya yang kental hingga dijuluki laboratorium kerukunan di Indonesia.
Yang mengejutkan adalah masuknya daerah yang pernah viral karena aksi penolakan rumah ibadah.
Baca juga: Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025: Salatiga Peringkat Atas, Solo dan Manado Tak Masuk
Tampak bila penilaian SETARA Institute hanya memperhitungkan anggaran.
Tanpa memperhitungkan realitas toleransi.
Kota Manado memang terhalang mencairkan dana hibah untuk FKDM dan FPK dikarenakan harus berhati-hati supaya tak berimplikasi hukum.
Sekda Manado Steven Dandel mengaku hadir dalam acara yang dilaksanakan SETARA Institute.
Terkejut, ia pun menanyakan apa indikatornya.
"Tapi mereka tak bisa menjawab," kata Dandel, Kamis (23/4/2026).
Ia menuturkan, hingga kini dirinya masih menanti jawaban terkait indikator penilaian tersebut.
"Kita masih nantikan," katanya.
Kota-kota paling toleran di Indonesia kembali diumumkan.
Hasil Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 menempatkan Salatiga di posisi teratas, disusul Singkawang dan Semarang, sementara Solo justru tak masuk 10 besar.
Penilaian ini mengukur tingkat toleransi berdasarkan kebijakan pemerintah, kondisi sosial, hingga kebebasan beragama di berbagai kota di Indonesia.
Melansir Kompas.com, Setara Institute merilis Indeks Kota Toleran (IKT) periode 2025 yang mengukur tingkat toleransi di berbagai kota di Indonesia.
Hasilnya, Salatiga, Jawa Tengah menempati peringkat pertama dengan skor 6,492.
Di bawah Salatiga, Singkawang berada di posisi kedua dengan skor 6,391, disusul Kota Semarang di urutan ketiga dengan skor 6,160.
Peringkat berikutnya ditempati Pematangsiantar dengan skor 6,084.
Bekasi menyusul dengan skor 6,037, diikuti Kota Sukabumi yang memperoleh skor 5,973. (ART)