OREO Rilis Program Berbagi Seru, Hadirkan Alat Pembelajaran Seru Berbasis Literasi dan Sains
Mochamad Dipa Anggara April 24, 2026 12:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - OREO meluncurkan program 'OREO Berbagi Seru' sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

Program tersebut sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yaitu 'Pendidikan Bermutu untuk Semua'.

Program yang dijalankan bersama Indonesia Mengajar ini menargetkan 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah marginal.

Inisiatif tersebut dilakukan melalui distribusi alat pembelajaran berbasis literasi, numerasi, sains, dan Bahasa Inggris yang dirancang dengan pendekatan belajar sambil bermain.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto, mengatakan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan.

“Pembangunan karakter tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kami ingin berkolaborasi dengan lebih banyak pihak, termasuk korporasi. Terutama untuk wilayah 3T yang akses pendidikannya masih sangat terbatas,” ujar Mariman Darto saat peluncuran program 'OREO Berbagi Seru di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Momen peluncuran program 'OREO Berbagi Seru di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (22/4/2026). OREO merilis program 'OREO Berbagi Seru' melalui distribusi alat pembelajaran berbasis literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris.
Momen peluncuran program 'OREO Berbagi Seru di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (22/4/2026). OREO merilis program 'OREO Berbagi Seru' melalui distribusi alat pembelajaran berbasis literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. (Warta Kota/Mochamad Dipa Anggara)

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan gerakan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' yang mendorong pembelajaran berbasis deep learning dengan suasana yang menyenangkan (joyful learning).

“Kami mengapresiasi langkah OREO yang menghadirkan kontribusi nyata bagi program prioritas pemerintah dan berharap dapat membawa semangat belajar bagi lebih banyak anak Indonesia,” kata Mariman.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati, menyoroti masih adanya kesenjangan akses pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

“Di sejumlah daerah, anak-anak masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran. Kesenjangan ini turut memengaruhi hasil belajar, terutama di bidang literasi, numerasi, dan sains,” jelasnya.

Ia mengacu pada data Programme for International Student Assessment 2022 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-69 dari 80 negara dalam hal kemampuan membaca, matematika, dan sains.

Momen peluncuran program 'OREO Berbagi Seru di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (22/4/2026). OREO merilis program 'OREO Berbagi Seru' melalui distribusi alat pembelajaran berbasis literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris.
Momen peluncuran program 'OREO Berbagi Seru di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (22/4/2026). OREO merilis program 'OREO Berbagi Seru' melalui distribusi alat pembelajaran berbasis literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. (Warta Kota/Mochamad Dipa Anggara)

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.

"Untuk itu, Kemendikdasmen RI terus berfokus untuk mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program, salah satunya dengan penguatan kolaborasi lintas pihak dalam mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan menyenangkan (joyful) bagi lebih banyak anak Indonesia," ungkap Rita.

Ia juga menegaskan bahwa peran orang tua juga terus didorong melalui peningkatan literasi dan dukungan sumber daya agar semakin optimal dalam mendampingi anak.

Sementara, Marketing Director Mondelez Indonesia, Anggya Kumala, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen OREO dalam mendukung dunia pendidikan.

“Kami ingin menjembatani kesenjangan pendidikan dengan menghadirkan pengalaman belajar yang seru dan inklusif, sehingga anak-anak memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU,” ujarnya.

Menurut Anggya, alat pembelajaran yang dikembangkan dirancang selaras dengan kurikulum nasional berbasis deep learning, dengan prinsip pembelajaran yang bermakna, sadar, dan menyenangkan.

Psikolog anak dan keluarga, Irma Gustiana, menilai pendekatan belajar sambil bermain relevan dengan kebutuhan anak saat ini.

“Anak membangun pengetahuan melalui interaksi dan eksplorasi. Pendekatan bermain membantu mengembangkan kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang,” jelasnya.

Selain distribusi alat belajar, program ini juga mencakup kegiatan school roadshow untuk memberdayakan guru, orang tua, dan komunitas dalam menerapkan metode pembelajaran interaktif. 

Selebritas sekaligus ibu, Ayu Dewi, menyambut positif inisiatif tersebut.

“Belajar sambil bermain membuat anak lebih aktif dan kritis. Tapi tidak semua anak punya akses itu. Semoga program ini bisa menjangkau lebih banyak anak di Indonesia,” tandasnya.

Menurut Ayu Dewi, mendidik anak zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan generasi dulu karena mereka hidup di dunia yang sangat dinamis dan tantangan.

"Jadi, di rumah aku ikut mengutamakan proses belajar dua arah yang lebih interaktif, contohnya dengan menerapkan pembelajaran sambil bermain supaya anak-anak dibiasakan berperan aktif dan kritis bertanya. Tapi aku sadar, hal ini adalah sebuah 'kemewahan' yang mungkin belum bisa dirasakan oleh semua anak," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.