TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ambruknya Jembatan Beton Pinus di Kampung Ciapus, RT 01/03, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor imbas luapan Sungai Ciapus nyaris diwarnai korban hanyut.
Saat kejadian hujan lebat 19 April 2026 malam, seorang kurir paket nyaris terjun ke Sungai Ciapus yang meluap karena terseret banjir lintasan.
"Hampir itu (jadi korban), tukang paket," kata Fajri, salah satu warga di sekitar jembatan ambruk, Kamis (23/4/2026).
Dia menjelaskan, malam itu sekitar pukul 19.30 WIB hujan cukup deras melanda wilayah tersebut dan aliran Sungai Ciapus meluap.
Di pinggir sungai terdapat tebing setinggi sekitar tujuh meter yang di atasnya berupa akses jalan beton yang juga tertutup banjir lintasan.
Banjir lintasan tersebut cukup deras malam itu, dan kebetulan seorang pengendara motor kurir paket hendak melintas.
Karena derasnya banjir lintasan di jalan, kendaraan kurir paket tersebut jatuh lalu terseret banjir ke arah pinggir jurang yang di bawahnya Sungai Ciapus yang meluap.
Beruntung, kurir paket tersebut tersangkut di pagar pembatas pinggir jalan, sehingga tak sampai jatuh ke luapan sungai.
"Jadi kang paket lewat, air gede dari sini, dia nyangkut di situ, di pager situ," kata Fajri.
Kurir itu dan motornya berhasil diselamatkan warga, namun tidak dengan barang-barang paket kiriman muatan di motornya.
"Awalnya orangnya gak kelihatan, pas saya lihat motor jatuh saya tarik motornya, ada orangnya, langsung saya tarik juga," katanya.
Baca juga: Penampakan Jembatan Ambruk Imbas Cuaca Buruk di Ciomas Bogor, Warga Kini Terpaksa Memutar Jauh
"Paketnya pada hilang, hanyut semua," imbuh Fajri.
Setahu Fajri, ada dua pengendara motor yang terjatuh malam itu, namun keduanya selamat tak sampai terseret banjir hingga jatuh ke Sungai Ciapus yang sedang meluap.
Tak lama setelah ada pengendara motor jatuh, barulah jembatan beton di atas Sungai Ciapus di dekatnya ambruk.
"Ada dua tuh yang jatoh motor, yang kedua disetop tapi dia gak denger apa gimana, dia nyelonong jatoh juga, diselamatin juga," katanya.
"Setelah tukang paket beres (diselamatkan), beres itu, gak lama ini terjadi (jembatan ambruk)," ungkap Fajri.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (23/4/2026), pagar pembatas jurang pinggir jalan yang menyelamatkan kurir itu masih utuh terpasang, berupa pagar yang bermaterial baja.
Namun kini area itu sudah dipasangi garis pembatas kuning, karena tebing pinggir jalan itu longsor dan itu juga yang menjadi pemicu jembatan ambruk.
Selain pembatas garis kuning, area itu juga dipasangi pembatas kayu, bambu, hingga kursi bekas karena kondisinya berbahaya.
Sisa jembatan beton ambrul yang lebarnya cukup untuk kendaraan roda dua juga terlihat menggantung menjadi puing di tebing pinggir Sungai Ciapus.