TRIBUNTORAJA.COM - Penghentian sementara layanan rawat inap di RSUD Pongtiku, Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, tidak berdampak signifikan terhadap lonjakan pasien di rumah sakit swasta di daerah tersebut.
Sejumlah rumah sakit rujukan, seperti Rumah Sakit Elim Rantepao dan Rumah Sakit Santa Teresa Marampa, melaporkan kondisi layanan yang masih terkendali dengan jumlah pasien relatif stabil.
Direktur RS Elim Rantepao, dr. Adrian Benedict Wijaya, mengatakan tren pasien rawat inap maupun kunjungan UGD justru cenderung menurun dibandingkan awal tahun.
“Jika dibandingkan Februari hingga April ini, tren pasien menurun. Biasanya lonjakan terjadi setelah Desember dan Januari,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/4/2026).
Ia memastikan, meski salah satu rumah sakit daerah tidak melayani rawat inap, hingga kini belum terjadi penumpukan pasien yang berarti.
Dengan kapasitas sekitar 186 tempat tidur, pelayanan di RS Elim masih mampu mengakomodasi pasien tanpa tekanan berlebih.
“Hampir setiap hari kami pantau UGD dan ruangan lainnya, tidak ada lonjakan signifikan,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat juga memiliki alternatif layanan kesehatan lain, seperti klinik, puskesmas dengan fasilitas rawat inap, hingga rumah sakit di wilayah sekitar seperti Makale.
Ia menambahkan, peningkatan pasien umumnya terjadi setelah momen libur panjang, khususnya pasca Natal dan Tahun Baru, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan penundaan pengobatan.
Senada dengan itu, Plt Direktur RS Santa Teresa Marampa Rantepao, dr. Imanuella Pani Eka Putri, menyebut kondisi pelayanan masih relatif terkendali dengan jumlah pasien yang fluktuatif mengikuti pola bulanan.
“Tidak setiap bulan terjadi lonjakan. Ada waktu tertentu meningkat, tapi ada juga periode yang relatif sepi,” katanya.
RS Marampa saat ini memiliki kapasitas 60 tempat tidur dengan beberapa kamar masih tersedia.
Untuk mengantisipasi penumpukan, pihak rumah sakit menerapkan sistem rujukan terkoordinasi.
Pasien dengan kondisi gawat darurat tetap ditangani terlebih dahulu, kemudian dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki kapasitas tersedia, termasuk ke wilayah Tana Toraja.
“Kalau kondisi pasien gawat darurat, kami tangani dulu, lalu dirujuk agar pelayanan tetap optimal,” ujarnya.
Fasilitas Tahap Uji
Sebelumnya, layanan rawat inap di RSUD Pongtiku dihentikan sementara karena salah satu fasilitas masih dalam tahap uji fungsi.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan yang optimal.
Plt Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Pongtiku, dr. Ranlis Tangaran, menjelaskan pasien rawat inap sementara diarahkan ke rumah sakit lain yang telah siap melayani.
Meski demikian, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) di RSUD Pongtiku tetap beroperasi.
“Kami tetap melayani pasien darurat. Jika membutuhkan rawat inap, akan dirujuk ke rumah sakit lain,” ujarnya.(*)