SURYA.CO.ID - Perkumpulan Perusahaan Air Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) ingin mengembangkan desain batik khusus yang akan dijadikan seragam nasional resmi, dan dipakai secara serentak oleh pengurus, anggota, dan seluruh ekosistem organisasi di seluruh Indonesia.
Desain batik ini akan menjadi simbol kebanggaan organisasi sekaligus wujud nyata integrasi antara identitas modern Amdatara dengan akar budaya nusantara serta nilai keberlanjutan sumber daya air.
Untuk itu, Amdatara menggelar kompetisi desain batik seragam organisasi yang bertemakan “Kebersamaan Menjaga Air, Merawat Bumi, Mewujudkan Keberlanjutan”. Lomba desain ini secara resmi diumumkan langsung oleh Ketua Amdatara, Karyanto Wibowo, bersamaan dengan acara Halal Bihalal-Idul Fitri 1447 H Amdatara, Kamis, 16 April 2026.
Hadir dalam acara ini Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, dan perwakilan Kementerian Ekonomi dan Kreatif , serta Dewan Sumber Daya Air Nasional.
Dalam sambutannya, Karyanto mengatakan pembuatan seragam batik ini dilakukan karena ingin menjunjung tinggi kultur budaya di Indonesia.
Baca juga: Berlatar Hutan Djawatan, Puluhan Desain Batik Motif Jenon Tersaji Apik di Banyuwangi Batik Festival
“Jadi, memang sudah waktunya kita punya seragam yang mencerminkan identitas dari asosiasi. Ini juga menjawab tantangan bapak Samuel Wattimena waktu kunjungan ke salah satu pabrik AMDK yang menyampaikan bahwa industri AMDK harus bisa berkontribusi bagi ekonomi kreatif,” ujarnya.
Dia mengatakan Amdatara yang memiliki anggota lebih dari 100 perusahaan ini menyambut baik usulan tersebut. Karena menurutnya, ekonomi kreatif dan industri kreatif ini bisa mendukung pertumbuhan industri AMDK, dan termasuk juga yang bisa dikembangkan.
“Kami melihat peluang ini, dan kami ingin memulainya dengan membuat batik AMDATARA ini. Harapannya, lomba ini nantinya bisa menarik publik, termasuk juga dunia kampus karena tentunya mereka punya banyak mahasiswa yang bisa desain dan orisinil,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Merrijantij mengatakan sangat menyambut baik kompetisi ini.
Baca juga: Perpaduan Motif Batik dan Inovasi Ramah Lingkungan Pewarna Ampas Kopi, Seperti Ini Hasilnya
Artinya, lanjutnya, walaupun organisasi ini tidak merupakan industri kreatif, tapi tetap memikirkan batik sebagai warisan budaya nasional.
“Jadi, saya berharap semoga melalui kompetisi ini juga nanti lahir kreasi-kreasi baru dari anak-anak muda harapan kita. Dan tidak menutup kemungkinan ada motif baru yang ditawarkan dengan filosofi baru. Itu yang kita harapkan,” tukasnya.
Menurutnya, lomba desain batik seragam Amdatara ini sangat menarik. Karena, kebutuhan air itu sudah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.
Di mana, semua orang butuh air minum saat ini. “Jadi, lomba ini bisa sangat positif untuk menggugah kreativitas anak-anak muda.
Bagaimana upaya pelestarian alam untuk menjaga kualitas air itu bisa masuk dalam motif yang akan diciptakan nantinya. Jadi, isu keberlanjutan itu ada di kreasi batik yang desain batik yang akan dijadikan,” tuturnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi & Hubungan Antar Anggota, Evan Agustianto, menyampaikan secara rinci terkait kompetisi ini.
Menurutnya ompetisi ini bertujuan untuk mempromosikan ekonomi kreatif yang dikaitkan dengan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, dan untuk memperkenalkan AMDATARA kepada khalayak yang lebih luas khususnya generasi muda.
Dia menyampaikan kompetisi ini bisa diikuti masyarakat umum, mahasiswa, dan anggota sendiri Periode pendaftaran dan pengiriman desain mulai 16 April – 30 Juni 2026.
Dewan juri dalam kompetisi ini terdiri dari pakar tata busana, Kementerian Ekonomi dan Kreatif, serta Ketua Umum Amdatara.
Untuk ketentuan penilaian, menurut Evan, ada hal-hal yang harus diperhatikan para peserta. Pertama, kesesuaian dengan logo dan tema yang memiliki 30 persen.
Selanjutnya, untuk kreativitas dan originalitas motif, bobotnya 25 persen. Sedang nilai estetika batik dan keterbacaan bobotnya 20 persen, dan relevansi dengan keberlanjutan air dan kultur nusantara 15 % .
Kemudian, kesesuaian untuk seragam atau kemudahan produksi dan kenyamanan visual itu bobotnya 10 % .
Dalam lomba ini, juga ada ketentuan desainnya. Di antaranya, harus mampu mengintegrasikan logo ikonik Amdatara secara harmonis ke dalam motif batik.
Desain juga harus menggabungkan kekayaan kultur nusantara tentang air dan keberlanjutan, serta mempromosikan ekosistem ekonomi kreatif sekaligus kampanye pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Selain itu, mendukung pelestarian secara warisan budaya UNESCO sekaligus mengisi nilai-nilai keberlanjutan.